Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tekankan Empat Prioritas
Parigi, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, lakukan kunjungan kerja perdana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kamis (16/7). Dalam kunjungan tersebut, ia tekankan empat prioritas, yakni peningkatan pelayanan dasar, penguatan keamanan dan ketertiban, penguatan integritas petugas, serta pengembangan pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan.
Didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Parigi, I Wayan Widana, Herman awali kunjungan dengan meninjau dapur Lapas. Ia memeriksa kualitas bahan makanan, kebersihan ruang pengolahan, sanitasi, peralatan memasak, hingga menu yang disajikan kepada Warga Binaan. Herman juga mencicipi makanan untuk memastikan kualitas dan kelayakannya.
Menurut Herman, penyediaan makanan yang layak merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan sehingga kualitas bahan, proses pengolahan, dan kebersihan dapur harus terus dijaga.
"Pelayanan makanan bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan. Karena itu kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, dan proses pengolahannya harus terus dijaga sesuai standar. Jangan pernah berkompromi terhadap kualitas pelayanan," tegas Herman.
Selanjutnya, Herman berdialog dengan Warga Binaan di blok hunian. Ia mengajak mereka menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh program pembinaan dapat berjalan dengan baik.
"Mari manfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki diri. Jika keamanan dan ketertiban terjaga, seluruh program pembinaan akan berjalan optimal dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," pesannya.
Dalam pengarahan kepada jajaran petugas, Herman mengingatkan pentingnya menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Ia juga menegaskan agar seluruh petugas menjauhi penyalahgunaan narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, dan praktik pungutan liar.
"Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena narkoba, HP ilegal, atau pungli. Siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas. Integritas adalah harga mati dalam membangun Pemasyarakatan yang profesional dan dipercaya masyarakat," tandas Herman.
Kakanwil juga tinjau program pembinaan kemandirian melalui budidaya pakcoy yang dikembangkan Lapas Parigi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
"Program ketahanan pangan seperti ini harus terus dikembangkan. Selain mendukung Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, membangun kemandirian Warga Binaan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Herman.
Sementara itu, Plt. Kepala Lapas Parigi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Kakanwil dengan memperkuat kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengembangkan program pembinaan sesuai potensi yang dimiliki Lapas.
"Arahan Bapak Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, mengoptimalkan pembinaan, serta mengembangkan program ketahanan pangan agar manfaatnya semakin dirasakan warga binaan maupun masyarakat," ujar I Wayan.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari pembinaan dan pengawasan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah untuk pastikan pelaksanaan pelayanan, keamanan, dan program pembinaan di Lapas Parigi berjalan sesuai ketentuan. (afn)
Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng
What's Your Reaction?


