Rutan Tanjung Awali Tahun Baru dengan Doa Bersama untuk Korban Bencana Banjir

Rutan Tanjung Awali Tahun Baru dengan Doa Bersama untuk Korban Bencana Banjir

Tanjung, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung awali momen pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama, Rabu (31/12). Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memohon keselamatan dan keberkahan, tetapi juga bentuk kepedulian Rutan Tanjung bagi saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Doa bersama berlangsung dengan penuh khidmat di Masjid Al-Mustaqim Rutan Tanjung, dihadiri oleh jajaran struktural, petugas, dan Warga Binaan. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian doa dengan khusyuk, melantunkan dzikir dan doa secara bersama-sama, serta menciptakan suasana tenang, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, dipanjatkan doa agar musibah banjir yang melanda beberapa wilayah segera berakhir, para korban diberikan kesabaran dan ketabahan, serta kondisi daerah terdampak kembali pulih dengan cepat. Selain itu, doa ini juga memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh Warga Binaan dan petugas Rutan Tanjung dalam menjalani kehidupan setahun ke depan. Ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana refleksi diri bagi Warga Binaan, mengingatkan pentingnya empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan doa bersama yang dilakukan merupakan pembinaan spiritual yang terus dijalankan di Rutan Tanjung. Ia berharap momen pergantian tahun tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, keikhlasan, dan kebersamaan di tengah Warga Binaan.

“Selain memohon keselamatan dan keberkahan bagi kita semua, doa ini juga kita tujukan untuk saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan dan beberapa provinsi lain. Semoga mereka diberikan ketabahan, perlindungan, dan keadaan segera kembali normal. Kegiatan seperti ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang dimiliki, menjaga kepedulian terhadap sesama, dan menumbuhkan rasa empati yang tulus. Harapannya, momen doa bersama ini menjadi inspirasi bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kesadaran spiritual, dan membangun sikap positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Raymon juga menyampaikan ungkapan permohonan maaf kepada Warga Binaan dan petugas Rutan Tanjung selama kepemimpinannya di tahun 2025. “Saya selaku pribadi dan mewakili keluarga meminta maaf apabila selama 2025 ini memiliki kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak. Saya berharap kita semua memiliki motivasi dan semangat baru dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru 2026,” ungkapnya.

Warga Binaan yang mengikuti kegiatan doa bersama menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya momen ibadah tersebut. Bagi mereka, doa bersama menjadi momen untuk menumbuhkan niat menjadi lebih baik di tahun yang baru serta mampu menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang terdampak bencana.

“Saya merasa sangat tenang dan damai mengikuti doa bersama ini. Selain memohon keselamatan bagi diri sendiri, kami juga mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah banjir. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih sadar akan pentingnya bersyukur dan peduli kepada orang lain. Semoga doa kita diterima dan keadaan mereka segera membaik,” harap salah seorang Warga Binaan.

Dalam kegiatan tersebut, doa dipimpin oleh salah satu Warga Binaan yang bertugas sebagai tamping masjid. Hal ini membuktikan program pembinaan di Rutan Tanjung membuahkan hasil sehingga Warga Binaan bisa tampil dan kembali berintegrasi dengan masyarakat ketika nanti bebas. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0