SAE Lapas Palu Hasilkan Jagung dan Kangkung untuk Ketahanan Pangan
Palu, INFO_PAS - Semangat kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali membuahkan hasil. Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Palu terus tunjukkan kiprahnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memanen hasil kebun berupa sayur-mayur dan jagung manis. Kegiatan panen tersebut dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni SAE Desa Langaleso dan lahan tidur yang diolah menjadi lahan perkebunan berada di sekitar kompleks Lapas Palu, Sabtu (8/11).
Dalam panen kali ini, Warga Binaan berhasil memanen jagung manis sebanyak tiga karung (50 kg) dari kebun SAE Langaleso dan sayur kangkung sebanyak 30 kg dari lahan komplek Lapas Palu. Hasil panen tersebut disalurkan dengan dua mekanisme berbeda. Jagung manis dijual ke masyarakat melalui pedagang pasar tradisional, sementara kangkung diserahkan ke dapur Lapas Palu melalui penyedia bahan makananuntuk diolah dan dikonsumsi oleh Warga Binaan.
Kepala Lapas Palu, Makmur, menyampaikan panen ini merupakan upaya pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan yang memiliki nilai edukatif, produktif, dan berkelanjutan. “Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membangun kesadaran kerja, tanggung jawab, dan keterampilan bagi Warga Binaan. Dengan demikian, mereka memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang turut terlibat dalam panen, Rizal, mengungkapkan rasa bangganya karena dapat berkontribusi dalam kegiatan positif tersebut. “Saya senang bisa ikut menanam dan memanen sendiri hasil kerja kami. Dari sini saya belajar cara bertani dan memahami kerja keras selalu menghasilkan sesuatu yang baik,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Palu dalam menjalankan program pembinaan kemandirian berdampak nyata. “Lapas Palu menjadi salah satu contoh bagaimana pembinaan Warga Binaan menghasilkan manfaat ganda, membekali keterampilan hidup sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Model seperti SAE ini akan terus kami dorong di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah,” tuturnya.
Ketahanan pangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pemberdayaan Warga Binaan melalui sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pembinaan Warga Binaan yang berorientasi pada kemandirian dan kontribusi sosial-ekonomi bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Palu
What's Your Reaction?


