SAE Lapas Pemuda Madiun Kembangkan 1.000 Ayam Petelur, Peternakan Kambing, dan Kolam Lele
Madiun, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun resmi kembangkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai wadah pembinaan kemandirian Warga Binaan di bidang peternakan dan perikanan di brandgang dalam Lapas. SAE Lapas Pemuda Madiun saat ini dikembangkan melalui peternakan sekitar 1.000 ekor ayam petelur, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, dan peternakan kambing sebagai upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan pengembangan SAE juga menjadi langkah untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal. “Dulu lahan brandgang ini hanya dipenuhi rumput dan belum memberikan nilai tambah. Sekarang kami manfaatkan untuk mendukung kegiatan peternakan, termasuk rumput yang dapat digunakan sebagai pakan kambing. Jadi, lahan yang sebelumnya merupakan lahan tidur kami sulap menjadi lahan yang produktif dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Rudi menambahkan pemanfaatan lahan tersebut menjadi komitmen Lapas Pemuda Madiun untuk mengembangkan pembinaan kemandirian berkelanjutan. “Dari lahan tidur menjadi lahan makmur, diharapkan SAE tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi Warga Binaan untuk mengelola usaha secara produktif,” harapnya.
Pada kesempatabn itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mengapresiasi langkah Lapas Pemuda Madiun dalam mengoptimalkan lahan brandgang menjadi sarana pembinaan produktif. Pengembangan SAE sejalan dengan upaya Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan. Selain memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada Warga Binaan, hasilnya juga mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Pemasyarakatan,” ujar Kusnali.
Kusnali menyampaikan kebutuhan telur di Lapas dan Rutan se-Jawa Timur mencapai sekitar 23 ton per bulan, sedangkan produksi internal saat ini baru sekitar sembilan ton per bulan. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka peluang untuk meningkatkan produktivitas SAE di lingkungan Pemasyarakatan.
"Kami berharap pengembangan SAE Lapas Pemuda Madiun dilakukan konsisten dan makin produktif sehingga memberikan manfaat bagi pembinaan Warga Binaan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Pemasyarakatan," harap Kusnali.
Peresmian SAE Lapas Pemuda Madiun ini turut mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan dan mendukung program ketahanan pangan. (IR)
Kontributor: Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


