Sambut Ramadan, Narapidana Asimilasi Lapas Wahai Berbaur dengan Masyarakat Mengecat Masjid

Sambut Ramadan, Narapidana Asimilasi Lapas Wahai Berbaur dengan Masyarakat Mengecat Masjid

Wahai, INFO_PAS - Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Desa Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku. Sejumlah Narapidana Asimilasi ambil bagian dalam pembersihan dan pengecatan ulang Masjid At-Taqwa pada Kamis (15/1), berbaur bersama warga setempat dalam upaya reintegrasi sosial yang positif.

Kegiatan sosial antara pihak Lapas Wahai dengan pengurus masjid setempat ini merupakan wujud nyata dari program pembinaan kemasyarakatan di mana para Narapidana diberikan kesempatan untuk memulihkan fungsi sosial mereka dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar. Warga setempat pun menyambut baik bantuan tenaga dari para Narapidana Asimilasi.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan kegiatan semacam ini merupakan bagian penting dari proses Asimilasi untuk menguji kesiapan mental dan sosial para Warga Binaan sebelum benar-benar bebas murni. "Melalui kegiatan kerja sosial produktif seperti ini, mereka belajar beradaptasi kembali, menjalin komunikasi yang baik, dan menunjukkan perubahan sikap yang positif, sekaligus memastikan motto 'Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat'," ungkapnya.

Salah satu panitia rehabilitasi Masjid At-Taqwa, Haji Hamid Maba, mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Semangat gotong royong ini menunjukkan setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kami sangat mengapresiasi semangat dan kontribusi para Narapidana Asimilasi. Kehadiran mereka membantu kami memperindah masjid jelang Ramadhan tahun 2026 sekaligus menunjukkan mereka siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," ujarnya.

Narapidana Asimilasi juga antusias mengecat dinding luar dan dalam masjid, serta membersihkan area sekitar. Mereka bekerja bahu-membahu dengan warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental yang akan diawali dengan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah pada esok hari.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyambut baik inisiatif kegiatan positif ini. Menurutnya, program Asimilasi yang digulirkan oleh pemerintah tidak semata-mata memberikan kebebasan bersyarat, tetapi juga menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual.

"Kegiatan seperti ini adalah wujud nyata dari keberhasilan program Asimilasi dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan kegiatan keagamaan, para Warga Binaan belajar bersosialisasi dan menunjukkan perubahan perilaku positif,” terang Ricky.

Ia juga mengimbau jajaran Pemasyarakatan Maluku untuk terus menjaga kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat. "Kami berharap momen Ramadhan nanti menjadi titik balik bagi mereka untuk memulai lembaran baru yang lebih baik, menjauhi perbuatan melanggar hukum, dan menjadi bagian produktif dari lingkungan sosial," harap Ricky.

Diharapkan, inisiatif ala Lapas Wahai ini menumbuhkan harapan baru bagi proses Pemasyarakatan yang humanis dan bermanfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali silaturahmi antara Warga Binaan dengan masyarakat sekaligus menghilangkan stigma negatif yang kerap melekat pada mantan Narapidana. 

Masjid At-Taqwa kini terlihat lebih segar dan siap digunakan untuk pelaksanaan tarawih dan kegiatan Ramadan lainnya di bulan Februari mendatang. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai
 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1