Sambut Tahun Baru 2026, Lapas Perempuan Palu Gelar Muhasabah dan Ibadah Bersama
Sigi, INFO_PAS – Sambut Tahun Baru 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu gelar muhasabah dan ibadah bersama yang diikuti oleh seluruh petugas dan Warga Binaan, Jumat (2/1). Kegiatan ini turut dihadiri Ustaz Abjan Jauhari dan Pendeta Rita Budiman.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA hingga selesai ini dilaksanakan secara serentak di berbagai tempat ibadah di Lapas Perempuan Palu, yakni Musala An-Nisa, Gereja Tesalonika, dan tempat ibadah umat Hindu. Pelaksanaan ibadah disesuaikan dengan keyakinan masing-masing sebagai wujud toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan muhasabah dan ibadah bersama ini merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi diri, baik bagi petugas maupun Warga Binaan, setelah melewati berbagai dinamika pembinaan sepanjang tahun 2025. “Melalui muhasabah ini, kami ingin mengajak seluruh Warga Binaan untuk merefleksikan perjalanan hidup dan proses pembinaan yang telah dijalani. Harapannya, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran, ketenangan batin, dan semangat untuk memperbaiki diri, serta menjalani tahun 2026 dengan lebih baik,” harapnya.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy, menjelaskan kegiatan keagamaan seperti doa dan ibadah bersama memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan mental Warga Binaan. “Ibadah dan doa bersama ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian. Kami melihat kegiatan seperti ini mampu memberikan ketenangan psikologis, memperkuat nilai spiritual, serta membantu Warga Binaan menata kembali harapan dan tujuan hidup mereka ke depan,” jelasnya.
Selain sebagai sarana refleksi dan pembinaan spiritual, dalam doa bersama tersebut turut dipanjatkan doa bagi para korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Doa ini menjadi wujud empati dan kepedulian sosial seluruh keluarga besar Lapas Perempuan Palu.
Melalui muhasabah dan ibadah bersama ini, Lapas Perempuan Palu berharap nilai-nilai religius, kepedulian, dan semangat perubahan dapat terus tertanam dalam diri Warga Binaan sehingga mampu menjadi bekal positif dalam menjalani masa pembinaan dan kehidupan setelah bebas nanti.
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


