SANAK BASSAMA Warnai MPLS SMP Negeri 2 Patebon, Tanamkan Kesadaran Hukum kepada 256 Siswa Baru
Kendal, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang kembali perkuat perannya dalam upaya pencegahan pelanggaran hukum di kalangan pelajar melalui program inovasi SANAK BASSAMA atau Sahabat Anak Bapas Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMP Negeri 2 Patebon, Kabupaten Kendal, Kamis (16/7), dan diikuti 256 siswa baru.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto, yang memperkenalkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta tugas dan fungsi Bapas dalam Sistem Pemasyarakatan. Ia menegaskan SANAK BASSAMA merupakan inovasi yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan membangun karakter generasi muda sejak dini melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
"Melalui SANAK BASSAMA, kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Kami berharap para siswa menjadi generasi yang berintegritas, disiplin, taat aturan, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk kenakalan remaja demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik," harap Totok.
Kepala SMP Negeri 2 Patebon, Kuncoro Pujiwarto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah dengan Bapas Semarang. Menurutnya, pembekalan mengenai kesadaran hukum sejak dini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik.
"Materi mengenai bahaya kenakalan remaja dan kesadaran hukum sangat penting sebagai bekal bagi para siswa untuk membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut," ujar Kuncoro.
Suasana makin semarak melalui sesi ice breaking yang dipandu Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama mahasiswa magang dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan interaktif tersebut berhasil membangun semangat, kebersamaan, dan antusiasme para siswa sebelum memasuki sesi materi.
Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya, Sobirin, dengan tema "Bahaya Kenakalan Remaja". Ia mengajak para siswa memahami berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan pergaulan di era digital. Ia juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial dan berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada pelanggaran hukum.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan para siswa mengenai cara menghadapi pengaruh negatif lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial secara bijak, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi tindakan perundungan maupun ajakan melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Salah seorang peserta, Reno, mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. "Kegiatan ini sangat seru dan menambah wawasan kami. Penyampaian materinya mudah dipahami sehingga kami lebih mengerti tentang bahaya kenakalan remaja dan pentingnya mematuhi aturan. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar makin banyak pelajar yang mendapat edukasi seperti ini," harapnya.
Melalui sinergi dengan dunia pendidikan, Bapas Semarang berkomitmen menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan menjadi pelopor budaya taat hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ke depan, SANAK BASSAMA diharapkan terus menjangkau lebih banyak satuan pendidikan sebagai wujud nyata hadirnya Pemasyarakatan yang makin bermanfaat bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Bapas Semarang
What's Your Reaction?


