Sebanyak 230 Warga Binaan Lapas Luwuk Terima Remisi Hari Kemerdekaan
Luwuk, INFO_PAS – Sebanyak 230 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terima Remisi Umum (RU) pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8). Surat Keputusan (SK) RU Penyerahan diberikan secara simbolis kepada perwakilan Warga Binaan di Aula Lapas Luwuk oleh Bupati Banggai, H. Amirudin, disaksikan jajaran Lapas Luwuk, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Banggai, dan tamu undangan lainnya.
Kepala Lapas (Kalapas) Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan dari total 232 Warga Binaan yang diajukan untuk memperoleh RU, 230 orang dipastikan menerima SK Remisi. Dua orang lainnya tidak mendapatkan SK karena satu orang telah menjalani Cuti Bersyarat dan satu orang mengalami pembatalan Remisi akibat pencabutan hak Pembebasan Bersyarat.
"Pemberian Remisi ini merupakan pemenuhan hak bagi Warga Binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif. Seluruh penerima Remisi dipastikan berkelakuan baik, taat pada aturan, dan aktif mengikuti program pembinaan kemandirian maupun kerohanian di Lapas," ujar Bahrun.
Selaku Bupati Banggai, H. Amirudin, mengapresiasi jajaran Lapas Luwuk atas pembinaan yang berjalan dengan baik. Ia juga berpesan kepada para Warga Binaan agar menjadikan momen kemerdekaan ini sebagai motivasi untuk terus membenahi diri.
"Pemberian Remisi adalah apresiasi dari negara atas disiplin dan iktikad baik yang ditunjukkan Warga Binaan selama menjalani masa hukuman. Saya berharap momen kemerdekaan ini menjadi titik balik bagi saudara-saudara sekalian untuk terus memperbaiki diri dan bersiap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," pesan Amirudin.
Rasa syukur dan haru luar biasa dirasakan oleh Warga Binaan yang dinyatakan langsung bebas pada momen hari kemerdekaan ini. Salah seorang penerima RU II, Andi Basohery, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas pembinaan yang didapatkannya selama di Lapas Luwuk.
"Momen kemerdekaan ini betul-betul menjadi kemerdekaan yang sesungguhnya bagi saya dan keluarga. Pembinaan dan keterampilan yang saya dapatkan di Lapas akan saya jadikan bekal untuk memulai lembaran baru dan menjadi pribadi yang lebih berguna saat kembali ke tengah masyarakat nanti," ungkap Andi.
Selanjutnya, dilakukan kegiatan panen bersama, penebaran benih ikan, dan pameran hasil karya Warga Binaa bersama Bupati Banggai. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil kerja dan keterampilan Warga Binaan dalam mengelola sektor pertanian secara produktif.
Kalapas bersama Bupati Banggai turut melakukan penebaran sebanyak 2.000 ekor benih ikan sebagai pengembangan program ketahanan pangan di bidang perikanan. Benih ikan tersebut merupakan bantuan dari Dinas Perikanan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai untuk mendukung keberlanjutan budidaya perikanan di Lapas Luwuk sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan di bidang perikanan.
Mereka juga meninjau pameran produk hasil kegiatan kerja Warga Binaan. Berbagai produk unggulan ditampilkan, di antaranya hasil tata boga, produk perikanan berupa lele marinasi, mebel seperti kursi tamu dan meja makan. bunga suvenir, tas dan peci, serta produk hasil pengelasan, seperti bakaran ikan dan tong sampah
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Banggai beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, khususnya Dinas Perikanan, atas dukungan yang diberikan kepada Lapas Luwuk. Bantuan 2.000 ekor benih ikan ini sangat berarti dalam pengembangan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan Warga Binaan,” ujar Bahrun.
Sementara itu, Bupati Amirudin mendukung dan mengapresiasi langkah Lapas Luwuk dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi. “Hasil karya yang kita lihat hari ini, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga kerajinan tangan dan mebel membuktikan di Lapas punya potensi luar biasa untuk terus digali dan dikembangkan," pujinya
Keberadaan Bupati Banggai di tengah kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan berinisil OA mengungkapkan rasa senang dan terharu karena mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.
“Bagi kami, perhatian seperti ini menjadi motivasi untuk terus mengikuti pembinaan dan menghasilkan karya yang lebih baik. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut,” harap OA.
Melalui program ketahanan pangan dan kegiatan kerja yang terus dikembangkan, Lapas Luwuk berkomitmen menghadirkan pembinaan produktif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan sebagai proses reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


