Semarak HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas I Malang Salurkan Bansos dan Bersihkan TPU

Semarak HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas I Malang Salurkan Bansos dan Bersihkan TPU

Malang, INFO_PAS - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang salurkan 100 paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sekitar Taman Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/8). Sinergi antara Pemasyarakatan dan masyarakat ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembinaan yang berdampak nyata.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengajak masyarakat untuk terus membuka ruang bagi Warga Binaan maupun mantan Warga Binaan agar kembali menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Lurah beserta seluruh masyarakat Kelurahan Buring yang telah menerima kegiatan ini dengan sangat baik. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan proses reintegrasi sosial. Mari kita bersama-sama memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang telah selesai menjalani pembinaan agar kembali berkarya, hidup secara produktif, dan tidak mengulangi perbuatannya. Dengan dukungan semua pihak, kita dapat bersama-sama menekan angka residivisme," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kalapas turut memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan yang menjadi bagian dari isi paket bantuan. "Di dalam bingkisan ini ada telur yang berasal dari peternakan sekitar 2.500 ekor ayam petelur milik Lapas Kelas I Malang di Sarana Asimilasi dan Edukasi L'SIMA, Ngajum, Kabupaten Malang. Ada juga tempe yang merupakan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan di Lapas. Ini adalah bukti selama menjalani pembinaan mereka terus menghasilkan karya dan produk bermanfaat. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi masyarakat," harapnya.

Lurah Buring, Bambang Heryyanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Lapas Kelas I Malang kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat melalui aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

"Semoga sinergi seperti ini terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak," harap Bambang.

Salah seorang warga penerima bantuan, Sumiati, bersyukur atas perhatian yang diberikan Lapas Kelas I Malang. “Kami senang melihat Warga Binaan diberi kesempatan untuk berkegiatan positif dan menghasilkan produk bermanfaat. Semoga setelah kembali ke masyarakat mereka bekerja dengan baik, sukses, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tuturnya.

Sebelumnya juga dilakukan pembersihan TPU oleh 20 Warga Binaan yang dijadwalkan bebas pada 17 Agustus 2026 setelah memperoleh Remisi Umum. Mengenakan pakaian kerja berwarna biru, para Warga Binaan diberangkatkan menggunakan kendaraan Transpas menuju lokasi untuk melaksanakan kerja bakti berupa pembersihan area makam dan pengecatan fasilitas di lingkungan TPU.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengamanan dan pengawasan melekat dari jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas serta petugas keamanan dan ketertiban Lapas Kelas I Malang. Kehadiran para petugas memastikan seluruh aktivitas di luar tembok Lapas berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk kembali berinteraksi secara positif dengan lingkungan masyarakat jelang proses reintegrasi sosial.

Kalapas menyampaikan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempersiapkan mental Warga Binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. "Kami ingin menanamkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan semangat mengabdi kepada masyarakat. Mereka yang mengikuti kegiatan ini adalah Warga Binaan yang akan segera kembali ke keluarga dan lingkungannya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan kesempatan, dukungan, dan kepercayaan kepada mereka agar menjalani proses reintegrasi dengan baik. Ketika masyarakat menerima, peluang mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga akan semakin besar," tutur Christo.

MF, salah seorang Warga Binaan, bersyukur dapat memperoleh kesempatan mengikuti bakti sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan di luar Lapas memberikan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi motivasi untuk memulai kehidupan baru setelah bebas nanti.

"Bisa ikut membersihkan makam dan membantu lingkungan membuat saya merasa lebih percaya diri untuk kembali ke masyarakat. Semoga setelah bebas nanti, saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan terus memberikan manfaat bagi orang lain," tutur MF. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0