Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Luwuk Salurkan Bansos kepada Warga Desa Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan. Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk bersama Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Banggai memilih berbagi kebutuhan pokok dan hasil pembinaan kepada warga Desa Tontouan, Selasa (11/8).
Bertempat di Desa Tontouan selaku Desa Binaan Lapas Luwuk, kegiatan pemberian bantuan sosial menyasar masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 25 paket sembako dan 25 paket sayuran dibagikan dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA.
Sayuran yang dibagikan merupakan hasil pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang dikerjakan Warga Binaan Lapas Luwuk. Sayuran yang ditanam, dirawat, dan dipanen di lingkungan Lapas tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat. Hasil kerja Warga Binaan tidak hanya jadi bagian dari aktivitas pembinaan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Luwuk untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
"Melalui momen peringatan kemerdekaan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga desa binaan. Sayuran yang kami serahkan dalam paket bansos ini adalah produk unggulan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan di dalam Lapas. Ini membuktikan bahwa pembinaan yang berjalan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Andi Muis.
Kepala Desa Tontouan, Sumitro Aliwu, mengapresiasi perhatian Lapas Luwuk dan Kantor Imigrasi Banggai kepada masyarakat Desa Tontouan. “Kami sangat berterima kasih. Kehadiran Lapas Luwuk di Desa Tontouan bukan hanya sebatas Desa Binaan di atas kertas. Masyarakat bisa merasakan langsung perhatian dan kegiatan yang dilakukan. Hari ini bantuan yang datang benar-benar bisa digunakan oleh warga,” ungkap Sumitro.

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Wati, mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut. Ia mengatakan bantuan sembako dan sayuran sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Alhamdulillah, kami senang sekali, bantuan sembako seperti ini memang sangat membantu. Ditambah sayurannya masih segar. Terima kasih kepada Lapas Luwuk dan Imigrasi Banggai yang sudah datang dan berbagi dengan kami,” ujar Wati.
Kegiatan tersebut jadi salah satu bentuk sinergi antara Lapas Luwuk, Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Banggai, Pemerintah Desa Tontouan, dan masyarakat. Selain mempererat hubungan dengan Desa Binaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Luwuk. Melalui program ketahanan pangan, Warga Binaan terlibat dalam berbagai aktivitas produktif, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dan sebagian disalurkan dalam kegiatan sosial kepada masyarakat.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan pihaknya ingin memastikan kegiatan pembinaan memiliki hasil nyata dan tidak berhenti sebagai aktivitas di dalam Lapas.
“Kami ingin hasil pembinaan itu punya cerita sampai ke luar Lapas. Warga Binaan menanam, merawat, kemudian panen. Hari ini hasilnya kami bawa ke masyarakat. Jadi mereka bisa melihat bahwa di dalam Lapas ada proses, ada kerja, dan ada hasil yang bisa memberikan manfaat,” ujar Muhammad Bahrun.
Di tengah semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti bekerja, berbagi, dan memastikan apa yang dihasilkan memberikan manfaat bagi orang lain.
Seluruh rangkaian kegiatan pemberian bantuan sosial berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh keakraban antara jajaran Lapas Luwuk, Imigrasi Banggai, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Tontouan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


