Skrining Massal TBC di Rutan Donggala, Ratusan Warga Binaan Jalani Pemeriksaan CXR
Donggala, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala laksanakan skrining khusus Tuberkulosis (TBC) dengan metode Active Case Finding (ACF) melalui pemeriksaan Chest X-Ray (CXR) atau rontgen dada bagi ratusan Warga Binaan, Sabtu (15/11) hingga Selasa (18/11). Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Puskesmas Gonenggati, dan PT Cito Putra Utama ini bertujuan menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat dan bebas penyakit menular.
Bertempat di Klinik Siranindi Rutan Donggala, jadwal pemeriksaan diatur secara ketat untuk memastikan seluruh Warga Binaan dapat mengikuti skrining tanpa mengganggu aktivitas harian, sekaligus meminimalkan waktu tunggu. Tim gabungan telah menyiapkan alur pemeriksaan mulai dari pendaftaran, skrining gejala awal, hingga pelaksanaan CXR.
Skrining TBC ini merupakan bagian dari program nasional ACF yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Kesehatan RI, mengingat hunian tertutup seperti Rutan memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Program ini juga mendukung agenda Presidential Communicational Office (PCO) Presiden RI Prabowo Subianto berupa layanan kesehatan gratis bagi Warga Binaan.
Pelaksanaan dimulai dengan pemeriksaan gejala oleh petugas kesehatan Puskesmas Gonenggati Donggala untuk mengidentifikasi tanda-tanda seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. Selanjutnya, Warga Binaan menjalani pemeriksaan rontgen dada untuk menilai indikasi TBC lebih lanjut.
Kepala Rutan Donggala, Rusli Suryadi, menegaskan bahwa skrining ini merupakan wujud tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan.
“Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama. Melalui skrining massal ini, kami melakukan deteksi dini agar kasus TBC bisa ditemukan lebih cepat, baik yang bergejala maupun tidak, sehingga penularan di dalam rutan dapat dicegah secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi intensif mengenai pentingnya kebersihan diri dan lingkungan.
Pada hari pertama pelaksanaan, dari 150 Warga Binaan yang diperiksa, beberapa terdeteksi sebagai suspect TBC. Warga Binaan yang masuk kategori suspect langsung menjalani pemeriksaan dahak untuk memastikan diagnosis sebelum menentukan langkah pengobatan. Pemeriksaan lanjutan menggunakan metode diagnostik cepat guna membedakan suspect dan kasus positif. Jika terbukti positif, Warga Binaan akan segera masuk dalam program pengobatan TBC dengan pengawasan ketat.
Analis Puskesmas Gonenggati Donggala, Uswatun Hasanah, menegaskan pentingnya skrining di lingkungan hunian tertutup.
“Tingkat penularan TBC di lingkungan seperti Rutan Donggala cenderung lebih tinggi. Karena itu, kolaborasi ini sangat krusial. Kami membawa tim terbaik dan mobile x-ray terbaru untuk menjamin kualitas pemeriksaan. Ini bukan hanya upaya pengobatan, tapi juga pencegahan agar penyakit tidak menyebar,” jelasnya.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, Rutan Donggala berharap upaya deteksi dini dan pencegahan dapat berjalan optimal sebagai kontribusi nyata dalam penanggulangan TBC nasional. Kolaborasi erat antara Rutan Donggala, Kementerian Kesehatan, dan para mitra menjadi fondasi penting untuk mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat serta mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Donggala
What's Your Reaction?


