Sri Puguh Budi Utami: Jadilah Bintang, Pertahankan Potensi Pemasyarakatan

Sri Puguh Budi Utami: Jadilah Bintang, Pertahankan Potensi Pemasyarakatan

Jakarta, INFO_PAS – Keharuan dan derai air mata menaungi suasana Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (5/3). Seluruh jajaran Pemasyarakatan melepas srikandi Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) perempuan pertama di Indonesia, Sri Puguh Budi Utami, yang mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (Balitbangkumham). Mulai dari jajaran pejabat struktural, pegawai, hingga tenaga outsorcing dan satuan pengamanan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan kesenduan namun bangga mengantar Utami menapak tugas di ranah pengabdian baru.

Utami yang dilantik sebagai orang nomor satu di jajaran Pemasyarakatan pada 4 Mei 2018 menegaskan menjadi Dirjen PAS adalah puncak karir tertinggi bagi alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP). Ia mengatakan mendapat kepercayaan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) menjadi Dirjen PAS adalah hal yang luar biasa.

“Ini adalah motivasi bagi kita semua agar menjadi bintang di rumah sendiri. Harus tetap semangat mempertahankan potensi serta laksanakan tugas dan fungsi demi mewujudkan cita-cita founding fathers Pemasyarakatan,” ajak Utami dalam acara serah terima jabatan dan lepas sambut Dirjen PAS, Kamis (5/3) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Masalah overcrowding yang selama ini menghinggapi Pemasyarakatan diakui Utami bukan hal yang mudah diatasi. “Kami diskusi dan cari solusi bersama-sama. Seharusnya pecandu narkoba tidak masuk masuk lembaga pemasyarakatan. Namun, sekarang ada rehabilitasi sosial dan medis. Hasilnya juga sedang dalam progres,” jelas Utami.

Ia juga telah kumpulkan petani di Nusakambangan karena selama ini mereka menggarap lahan Pemasyarakatan. “Kalau dikeluarkan, mereka akan jadi apa? Kami rangkul bersama lakukan penanaman di atas 100 hektar lahan. Ciangir yang tadinya terlantar, juga Kendal. Teman-teman sudah bekerja luar biasa. Terima kasih kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah, dan seluruh mitra yang telah mendukung kami,” ucap Utami.

Ia berharap di tangan Dirjen PAS yang baru cita-cita Pemasyarakatan bisa terealisasi, khususnya Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020. “Pesan Pak Menteri, harus pantang mundur. Saya akan tetap di sini, wujudkan reintegrasi yang sehat karena kita semua harus berkolaborasi,” ajak alumni AKIP Angkatan 19 tersebut.

Keharuan semakin tak terbendung kala prosesi pedang pora oleh Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan mengiringi langkah Sri Puguh Utami ke pelabuhan tugas baru. Jajaran pegawai, office boy, petugas kantin, hingga satuan pengamanan berjajar di sepanjang halaman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melepas perempuan yang pernah mendapat kesempatan berbicara di forum Persatuan Bangsa-Bangsa ini dengan rangkaian bunga.

Pelaksana Tugas Dirjen PAS, Nugroho, memuji Utami sebagai srikandi dan living legend Pemasyarakatan. “Kami mohon dukungan agar Pemasyarakatan tetap sejalan dengan cita-cita founding fathers kita. Ini adalah tantangan kami sebagai penerus untuk melanjutkan Resolusi Pemasyarakatan demi memacu kualitas. Saya butuh ide gila, bukan setengah gila, Kita bungkus bersama, kita kumpulkan senior-senior. Saya meminta kesungguhan seluruh jajaran Pemasyarakatan,” sebut pria yang juga menjabat Staf Ahli Menkumham Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Rantam Sariwanto, mengatakan menjadi perempuan pertama yang memimpin Pemasyarakatan adalah prestasi luar biasa. “Masalah Nusakambangan selesai, Ciangir selesai, Revisi Undang-Undang Pemasyarakatan selesai. Belum tentu laki-laki bisa. Dua tahun ini adalah prestasi luar biasa. Kami bangga, para senior Pemasyarakatan bangga. Torehannya luar biasa,” puji Bambang.

Sejumlah lagu ciptaan Sri Puguh Budi Utami juga membuktikan jiwa seni Utami yang punya kemauan keras apapun tantangannya. Untuk itu, ia meminta Utami menjadi pendobrak di Balitbangkumham. “Penghormatan teman-teman kepada beliau adalah kebanggaan saya. Ini adalah tantangan untuk Pak Nugroho. Seluruh jajaran Pemasyarakatan harus mendukung,” tegas Bambang.

Sebagai perwakilan pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, A. Yuspahruddin, menilai seorang Sri Puguh Budi Utami adalah pekerja keras. Bahkan, ia 24 jam memimpin Pemasyarakatan. “Sekarang di Ciangir, lalu ke Yogyakarta, Sragen, dll. Mungkin beliau mimpi juga tentang Pemasyarakatan,” canda Yuspahruddin.

Ia menilai di balik sikap tegas Utami, tersimpan hati yang lembut. “Kami kerap ditegur karena tidak speed up, tapi siangnya langsung diajak makan siang,” lanjut Yuspahruddin.

Maka, pujian sebagai srikandi Pemasyarakatan memang layak disematkan kepada Sri Puguh Budi Utami. “Beliau adalah Dirjen PAS perempuan pertama di Indonesia. Belum ada pemimpin perempuan di Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung,” pungkas Yuspahruddin. (IR)

 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
3
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0