Sulap Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Jadi Taman Produktif
Banjarmasin, INFO_PAS — Kreativitas tak pernah benar-benar terkurung. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, limbah plastik dari botol air mineral bekas disulap menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui inovasi sederhana namun berdampak, Warga Binaan memanfaatkan botol-botol tersebut sebagai media tanam (pot) yang ditata rapi di pagar kawat depan bengker.
Pemanfaatan ini menjadi langkah cerdas dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia. Area yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini berubah menjadi sudut hijau yang produktif dan enak dipandang. Deretan pot dari botol plastik bekas menggantung rapi, menghadirkan suasana yang lebih hidup di balik tembok Pemasyarakatan.
Menariknya, tanaman yang dibudidayakan seperti kangkung juga berasal dari potongan sisa bahan makanan di dapur Lapas Banjarmasin. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa yang sebelumnya terbuang kini kembali tumbuh, menciptakan siklus pemanfaatan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan kegiatan ini merupakan pembinaan kemandirian sekaligus edukasi lingkungan bagi Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini, kami mendorong Warga Binaan untuk lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif,” ujarnya, Rabu (1/4).
Salah satu Warga Binaan berinisial YS senang dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Kami jadi belajar memanfaatkan barang bekas. Selain itu, lingkungan juga jadi lebih hijau dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk pembinaan yang berdampak positif. “Pemanfaatan limbah plastik ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk pola pikir Warga Binaan agar lebih inovatif dan produktif. Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat,” tegasnya,
Melalui langkah sederhana ini, Lapas Banjarmasin membuktikan perubahan bisa tumbuh dari hal kecil. Dari botol air mineral bekas hingga sisa dapur, semuanya dirangkai menjadi harapan—ditanam, dirawat, dan perlahan memberi kehidupan baru. (IR)
Kontributor: Lapas Banjrmasin
What's Your Reaction?


