Tas Rajut BINARA Lapas Tanjungpandan Hadir di Sentra Pelayanan Publik Imigrasi

Tas Rajut BINARA Lapas Tanjungpandan Hadir di Sentra Pelayanan Publik Imigrasi

Belitung, INFO_PAS — Produk Tas Rajut BINARA atau Pembinaan dan Karya hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan kini perluas pemasaran dengan hadir di sentra pelayanan publik Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tanjungpandan. Langkah ini menjadi bentuk akselerasi dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pemasaran produk hasil karya Warga Binaan dalam upaya mendekatkan produk pembinaan kemandirian kepada masyarakat yang mengakses layanan keimigrasian sekaligus membuka peluang pasar yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Riski, menjelaskan perluasan pemasaran menjadi strategi untuk meningkatkan nilai ekonomis produk. “Pemasaran adalah kunci agar produk hasil karya Warga Binaan memiliki daya saing dan nilai jual yang optimal. Dengan memperluas akses pasar, kami berharap tas rajut BINARA tidak hanya dikenal, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi program pembinaan,” harapnya, Kamis (26/2).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kanim Tanjungpandan, Teddy Rukmana, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas produk yang dipasarkan. “Model tas rajut BINARA sangat menarik, variatif, dan memiliki kualitas yang baik. Ini membuktikan hasil karya Warga Binaan Lapas Tanjungpandan mampu bersaing dan layak dipasarkan di ruang pelayanan publik,” pujinya.

Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi nyata pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Pembinaan keterampilan seperti rajut menjadi bagian penting dalam membangun mental produktif dan jiwa kewirausahaan Warga Binaan.

“Produk BINARA bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi proses pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan. Melalui pemasaran di sentra pelayanan publik, kami ingin memastikan karya Warga Binaan memiliki nilai tambah dan membuka peluang ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegas Royhan.

Adapun tas rajut BINARA diproduksi melalui program kegiatan kerja yang terstruktur, mulai dari pelatihan teknik merajut, pengendalian kualitas, hingga pengemasan produk yang menarik. Pemasaran di Kanim dilakukan melalui etalase khusus di area pelayanan publik agar mudah diakses pengunjung.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Tanjungpandan dan Kanim Tanjungpandan menunjukkan sinergi nyata dalam mendukung pemberdayaan Warga Binaan. (IR)

 

Kontributor: Lapas Tanjungpandan

What's Your Reaction?

like
10
dislike
0
love
5
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0