Tekan Buta Aksara, Lapas Watampone adakan Program Keaksaraan Fungsional (KF)

Watampone, INFO_PAS – Sebanyak 28 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti  program Keaksaraan Fungsional (KF). Program ini  dilaksanakan di ruang pendidikan Lapas Watampone, Selasa(21/01).

Keaksaraan Fungsional (KF) merupakan upaya untuk menekan jumlah buta aksara  akibat meningkatnya  jumlah WBP di Lapas Watampone. Keaksaraan Fungsional merupakan  bagian dari program pendidikan di Lapas Watampone, selain keaksaraan fungsioanal juga diselenggarakan paket A, dan Paket B yang dilaksanakan secara berjenjang.

Sebagai bagian dari program pendidikan,  Keaksaraan Fungsional merupakan dasar  untuk menuju ke jenjang berikutnya sehingga dibutuhkan penguasaan  yang baik  terutama dalam hal membaca dan menulis. Keaksaraan fungsional ini dilaksanakan tiga kali dalam seminggu yaitu senin, rabu dan kamis.

Dalam pelaksanaan

Tekan Buta Aksara, Lapas Watampone adakan Program Keaksaraan Fungsional (KF)

Watampone, INFO_PAS – Sebanyak 28 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti  program Keaksaraan Fungsional (KF). Program ini  dilaksanakan di ruang pendidikan Lapas Watampone, Selasa(21/01).

Keaksaraan Fungsional (KF) merupakan upaya untuk menekan jumlah buta aksara  akibat meningkatnya  jumlah WBP di Lapas Watampone. Keaksaraan Fungsional merupakan  bagian dari program pendidikan di Lapas Watampone, selain keaksaraan fungsioanal juga diselenggarakan paket A, dan Paket B yang dilaksanakan secara berjenjang.

Sebagai bagian dari program pendidikan,  Keaksaraan Fungsional merupakan dasar  untuk menuju ke jenjang berikutnya sehingga dibutuhkan penguasaan  yang baik  terutama dalam hal membaca dan menulis. Keaksaraan fungsional ini dilaksanakan tiga kali dalam seminggu yaitu senin, rabu dan kamis.

Dalam pelaksanaanya , tiga orang tutor berasal dari pegawai Lapas Watampone yang memiliki kompetensi dalam  hal  pembelajaran buta aksara dan telah mengikuti diklat tutor keaksaraan baik yang dilaksanakan oleh kementerian maupun oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala Lapas Watampone, R. Sunarhadihartadi menyampaikan bahwa  Program pendidikan merupakan program utama dalam hal pembinaan di Lapas Watampone. “Pendidikan merupakan hal penting, karena tidak jarang orang yang masuk dalam lapas disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan sehingga  terlibat dalam kriminalitas. Olehnya itu WBP harus dibekali dengan pendidikan termasuk keaksaraan fungsional, ’’ pungkas Sunarhadihartadi.

Kontributor : Azhar&Lala/Lapas Watampone  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0