Tekan Kenaikan Angka ABH, PK Bapas Klaten Edukasi Masyarakat melalui “Peksos Goes to Community”
Klaten, INFO_PAS - Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Pertama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klaten, Febi Dwi Setyaningsih, menjadi narasumber dalam kegiatan “Peksos Goes to Community” yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISSOSP3APPKB) Kabupaten Klaten, Jumat (27/2). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Dalam momentum tersebut, Febi memaparkan materi bertajuk “Trend Kasus ABH Remaja dan Pencegahan Perilaku Berisiko, serta Penanganan Anak menurut Sistem Peradilan Pidana Anak”. Ia menjelaskan dinamika pergaulan remaja, pengaruh media sosial, hingga lemahnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga menjadi faktor yang turut memengaruhi meningkatnya perilaku berisiko pada anak.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak. Penguatan pola asuh, literasi hukum, dan ruang ekspresi yang positif sangat penting untuk mencegah anak terjerumus dalam perilaku yang melanggar hukum,” jelas Febi di hadapan peserta yang terdiri dari unsur sekolah, pekerja sosial, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat.
Sementara itu, Kepala DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menegaskan permasalahan ABH menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Salah satu isu daerah yang saat ini sedang banyak ditemui adalah klithih yang dilakukan oleh anak-anak sekolah. Mari kita wujudkan lingkungan yang kondusif untuk anak-anak kita sehingga mereka tidak melakukan hal-hal negatif. Ketika mereka terjerumus dalam persoalan hukum, itu bukan hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui ‘Peksos Goes to Community’, kami ingin membangun kesadaran kolektif agar upaya pencegahan dilakukan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat,” ungkapnya
“Peksos Goes to Community” tidak hanya dimaksudkan untuk mencegah kenakalan remaja atau tindak kriminalitas, tetapi juga untuk memperkuat sistem kesejahteraan sosial anak. Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, empatik, berdaya, dan mampu mengambil keputusan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kasus ABH di Kabupaten Klaten dapat ditekan dan kualitas hidup anak makin meningkat dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh. (IR)
Kontributor: Bapas Klaten
What's Your Reaction?


