Tekan Overcrowding, Lapas Mojokerto Pindahkan 35 Warga Binaan ke Lapas Madiun
Mojokerto, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto pindahkan 35 Warga Binaan ke dua satuan kerja Pemasyarakatan di Madiun, Rabu (19/8), sebagai langkah mengatasi kepadatan penghuni atau overcrowding. Kegiatan ini sekaligus dukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya poin 7 tentang penanganan overcrowding melalui solusi yang komprehensif.
Sebanyak 12 Warga Binaan dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun, sedangkan 23 lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pemuda Madiun. Dengan kapasitas hunian 344 orang, pemindahan tersebut turunkan tingkat kepadatan hunian Lapas Mojokerto dari 292,73 persen menjadi 282,56 persen. Penataan hunian ini diharapkan mendukung pelaksanaan pembinaan yang lebih optimal.
Pelaksanaan pemindahan melibatkan Kepolisian, jajaran Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), serta petugas pengamanan. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, administrasi, dan kelancaran proses pemindahan.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan pemindahan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menangani kondisi hunian yang telah melebihi kapasitas.
“Kondisi Lapas Mojokerto sudah kelebihan penghuni, sehingga pemindahan ini merupakan bagian dari langkah penanganan overcrowding sesuai arahan Menteri. Kami terus melakukan koordinasi dan mengambil langkah yang terukur agar kondisi hunian dapat lebih terkendali, dengan tetap mengutamakan keamanan dan kelancaran pembinaan,” ujar Arifin.
Turut hadir dalam pelaksanaan pemindahan, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib, Saifullah, untuk memastikan proses administrasi dan pelaporan berjalan sesuai ketentuan.
“Dengan penempatan yang lebih proporsional, petugas telah melaksanakan setiap tahapan sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari pemeriksaan awal hingga proses serah terima. Kami harapkan berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran,” harapnya.
Salah satu Warga Binaan, JA, mengungkapkan rasa nyaman atas perubahan kondisi hunian yang dirasakan setelah penataan.
“Sekarang suasananya lebih lega dan tenang. Kami bisa olahraga, belajar, dan berinteraksi dengan lebih nyaman. Penataan ini bikin semangat kami meningkat untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kondisi hunian yang lebih tertata sekaligus mendukung pembinaan Warga Binaan secara optimal. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Mojokerto
What's Your Reaction?


