Terima Kunjungan Kejari, Lapas Brebes Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan

Terima Kunjungan Kejari, Lapas Brebes Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan

Brebes, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terima kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Brebes, Muhammad Indra Muda Nasution, beserta jajaran, Rabu (15/7). Kunjungan tersebut jadi bagian dari penguatan sinergi antaraparat penegak hukum sekaligus peninjauan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan bagi Warga Binaan.

Kajari Brebes disambut langsung Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas penguatan koordinasi antarinstansi, dukungan terhadap pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, serta pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas Warga Binaan.

Mudo Mulyanto mengatakan sinergi antara Lapas Brebes dan Kejaksaan Negeri Brebes menjadi modal penting dalam mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada keberhasilan pembinaan.

"Silaturahmi ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar Aparat Penegak Hukum. Kami percaya, sinergi yang kuat akan semakin mendukung terciptanya sistem Pemasyarakatan yang aman, tertib, sekaligus mampu menghadirkan pembinaan yang berkualitas bagi Warga Binaan," ujar Mudo Mulyanto.

Usai pertemuan, rombongan tinjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Brebes yang menjadi pusat pembinaan kemandirian sekaligus pengembangan program ketahanan pangan. Di lokasi tersebut, Kajari melihat budidaya jamur serta perikanan yang dikelola Warga Binaan dan turut mengikuti panen jamur.

Program budidaya jamur tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan kerja, tetapi juga menghasilkan komoditas pangan bernilai ekonomis. Hasil panen dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pangan sekaligus memberikan pengalaman kepada Warga Binaan dalam proses produksi hingga pemasaran.

Rombongan juga tinjau kolam budidaya ikan lele dan gurami yang menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian. Mudo menjelaskan seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga panen, dilakukan Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Program tersebut bekali mereka dengan keterampilan dan jiwa kewirausahaan sekaligus dukung program ketahanan pangan.

Menurut Mudo, pengembangan sektor pertanian dan perikanan di SAE merupakan implementasi pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program tersebut juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal setelah bebas.

Kajari Brebes mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dikembangkan Lapas Brebes. Menurutnya, pembinaan yang memadukan pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan produktif menjadi bekal penting bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat.

"Saya mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Lapas Brebes. Sarana Asimilasi dan Edukasi yang dikelola dengan baik menunjukkan komitmen Lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Program budidaya jamur dan perikanan ini tidak hanya memiliki nilai edukatif dan ekonomi, tetapi juga mendukung upaya ketahanan pangan. Ini menjadi bekal yang sangat baik agar mereka memiliki kemampuan produktif ketika kembali ke masyarakat," ungkap Muhammad Indra Muda Nasution.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai penguatan pembinaan berbasis pemberdayaan, pengembangan program ketahanan pangan, serta kolaborasi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Brebes

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0