Tingkatkan Kemandirian, Lapas Kotabaru Gandeng BLK Latih Warga Binaan Buat Roti
Kotabaru, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotabaru selenggarakan pelatihan pembuatan roti bagi 16 orang Warga Binaan, Senin (2/3). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (2/3) hingga Jumat (6/3), sebagai langkah konkret tingkatkan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kotabaru dan menghadirkan instruktur dari BLK untuk memberikan materi teori dan praktik. Pada hari pertama, peserta menerima pembekalan mengenai pengenalan bahan baku, fungsi komposisi, teknik penimbangan, proses pencampuran adonan, hingga fermentasi awal sebelum mempraktikkan pembuatan roti sosis secara langsung.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. “Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen kami untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang nyata dan aplikatif. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat menjadi bekal usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BLK Kabupaten Kotabaru, Muhammad Muhdi Akbar, menyampaikan dukungan penuh terhadap sinergi tersebut. “Kami mendukung penuh program pelatihan ini sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya manusia. Dengan penguasaan teknik yang benar serta pemahaman standar kualitas dan kebersihan, kami optimistis para peserta mampu membuka peluang kerja maupun merintis usaha mandiri di bidang pembuatan roti,” ungkapnya.
Salah satu peserta pelatihan, C, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Ilmu yang kami pelajari sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi saya untuk memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti,” tuturnya.
Melalui pelatihan yang terstruktur selama lima hari ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai standar kebersihan, kualitas produk, dan manajemen usaha sederhana. Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pengembangan UMKM bagi Warga Binaan sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas dan pemberdayaan ekonomi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


