Tingkatkan Keterampilan, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Jalani Uji Kompetensi Membatik Level 2
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang tingkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan melalui program pengembangan keterampilan, Senin (8/6). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pembukaan Uji Kompetensi Program Beasiswa Keterampilan Membatik Level 2 yang diikuti sejumlah Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Kegiatan ini bertujuan mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi Warga Binaan di bidang membatik. Selain memperoleh pengetahuan teknis mengenai seni membatik, para peserta juga dibekali nilai-nilai kedisiplinan, ketelitian, kreativitas, dan tanggung jawab yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti sesi pemantapan materi dan praktik membatik sebagai persiapan menghadapi uji kompetensi. Berbagai teknik yang telah dipelajari selama masa pelatihan kembali dipraktikkan, mulai dari pembuatan desain motif, proses pencantingan, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian hasil karya. Para instruktur turut memberikan arahan dan evaluasi guna memastikan seluruh peserta memahami standar kompetensi yang akan diujikan.
Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, menyampaikan bahwa program pembinaan keterampilan merupakan salah satu upaya nyata Pemasyarakatan mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dapat menjadi modal saat kembali ke masyarakat. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan membuka peluang kerja maupun usaha mandiri sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan berdaya,” ujar Endang.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial yang bertujuan membentuk Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih siap, mandiri, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, salah satu peserta uji kompetensi, Shinta, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, pelatihan membatik memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadapi masa depan.
“Saya merasa senang dan termotivasi mengikuti pelatihan ini. Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, saya juga belajar untuk lebih sabar, teliti, dan disiplin. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Shinta.
Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Perempuan Malang. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan kualitas hidup melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan terselenggaranya uji kompetensi membatik Level 2 ini, Lapas Perempuan Malang berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memperoleh hasil yang membanggakan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


