Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Lapas Ambon Panen 30 Ikat Kacang Panjang

Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Lapas Ambon Panen 30 Ikat Kacang Panjang

Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon manfaatkan lahan tidur (idle) di lingkungan Lapas untuk dukung pembinaan kemandirian Warga Binaan. Dari lahan tersebut, Warga Binaan berhasil panen 30 ikat kacang panjang, Rabu (19/8).

Kegiatan pertanian tersebut jadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk bekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman selama jalani masa pidana. Pemanfaatan lahan kosong juga dukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian di Lapas.

Hasil panen akan dipasarkan dan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Warga Binaan yang terlibat aktif dalam proses bercocok tanam juga akan terima premi atau insentif dari hasil penjualan.

Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, yang turut hadir dalam panen tersebut menyampaikan apresiasi atas hasil yang dicapai di tengah tantangan cuaca. Ia berpesan agar Warga Binaan terus belajar, tidak takut menghadapi kegagalan, dan bangkit untuk mencapai keberhasilan.

"Walaupun ditantang dengan dinamika iklim dan alam, tapi kita tetap bisa panen sebagai bukti kerja keras dan belajar terus bahwa hidup itu tidak akan sia-sia. Ada hasil berkat kerja keras yang bisa digunakan, dijual, atau dikonsumsi untuk kebutuhan internal juga. Saya berterima kasih untuk ini semua. Berikutnya, kita punya strategi lagi untuk bercocok tanam yang menyesuaikan dengan situasi ekstrem seperti sekarang. Jangan pernah bosan, mau sukses itu walaupun gagal, bangkit lagi sampai berhasil," tegas S. Hendra Budiman.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, mengatakan hasil panen tersebut jadi salah satu bukti pelaksanaan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.

"Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam program kemandirian ini agar lahan-lahan tidur di lapas bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas," tutur Zulkipli Salampessy.

Salah seorang Warga Binaan, T, yang turut mengelola lahan pertanian tersebut mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan kemandirian. Selain memperoleh pengetahuan tentang bercocok tanam, ia juga merasakan manfaat dari hasil panen yang diperoleh.

"Kami sangat bersyukur diberi kesempatan belajar bertani di sini, selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga mendapat pengalaman dan premi dari hasil panen yang sangat bermanfaat bagi kami," ujar T. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0