Warga Binaan Lapas Atambua Sulap Satu Set Sofa Usang Kembali Bernilai Estetik
Atambua, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Mebel berhasil menyelesaikan perbaikan satu set sofa yang rusak menjadi furnitur yang tampak mewah dan bernilai estetik dengan desain kekinian. Pengerjaan yang memakan waktu enam hari ini rampung pada Rabu (24/12).
Proses restorasi sofa dilaksanakan di bengkel kerja Lapas Atambua oleh empat Warga Binaan. Warga Binaan dibimbing dan diawasi langsung oleh petugas instruktur kegiatan kerja, Agus Seran. Kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian yang digalakkan oleh Lapas Atambua untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis.
Agus menjelaskan tahapan pengerjaan dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sofa lama. “Tahap awal berfokus pada perbaikan rangka sofa dengan mengganti kayu yang rusak agar kembali kokoh. Proses selanjutnya, yakni penggantian kain sofa. Warga Binaan dengan teliti memotong, menjahit, dan memasang kain baru. Pada tahap akhir, seluruh bagian kayu sofa dilakukan pengecatan ulang untuk memperindah tampilan sekaligus melindungi material kayu agar lebih awet. Sentuhan akhir ini makin memperkuat kesan elegan dan membuat sofa tampak seperti baru,” jelasnya.
Vincen, salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam proyek tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas inovasi dan program pembinaan yang dihadirkan jajaran Lapas. “Kami merasa bangga karena Lapas terus memberikan pembinaan kemandirian yang bervariasi. Hal ini memotivasi kami untuk aktif menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Saya berharap keterampilan yang didapat di sini menjadi bekal berharga saat bebas nanti sehingga kami bisa bekerja mandiri dan terus mengembangkan potensi diri,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan program di bengkel kerja ini merupakan investasi keterampilan bagi Warga Binaan agar mereka memiliki bekal yang mumpuni saat kembali ke masyarakat. “Keterampilan mebel ini dipilih karena peluang bisnisnya sangat menjanjikan. Kami berharap setelah bebas nanti, para Warga Binaan mampu menjadi pribadi yang produktif dan mandiri dalam menciptakan karya bernilai ekonomi untuk menopang kehidupan mereka,” ucapnya.
Keberhasilan proyek restorasi ini menegaskan Lapas Atambua sukses menjalankan fungsi pembinaan secara holistik. Dengan menjadi wadah pengembangan potensi yang tepat, Lapas memastikan setiap Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa bekal keterampilan yang memiliki nilai jual dan bermanfaat secara ekonomi. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


