Warga Binaan Lapas Banjarmasin Buat Lemari Penyimpana, Dukung Kerapian Workshop Giatja
Banjarmasin, INFO_PAS – Seorang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin inisial J manfaatkan kegiatan kerja (giatja) di Workshop Giatja dengan membuat lemari penyimpanan berukuran 105 × 50 × 110 sentimeter, Kamis (13/8). Lemari tersebut menggunakan rangka besi perforated, panel triplek, dan pintu atau panel bagian depan untuk menyimpan sparepart dan berbagai peralatan.
Pembuatan lemari tersebut menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik kerja. Hasil pekerjaan juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sarana di lingkungan Workshop Giatja.
Dengan konstruksi rangka besi perforated dan panel triplek, lemari dirancang untuk menjadi tempat penyimpanan yang fungsional sekaligus membantu menata berbagai sparepart dan peralatan kerja. Bagian depan dilengkapi panel atau pintu sehingga barang yang disimpan lebih tertata dan terlindungi.
Kehadiran lemari tersebut diharapkan memudahkan penempatan peralatan berdasarkan jenis dan fungsinya. Penataan yang lebih baik juga dapat membantu petugas maupun Warga Binaan menemukan peralatan saat diperlukan dan menjaga lingkungan Workshop Giatja tetap rapi.
Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan “Setiap kegiatan menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk belajar dan meningkatkan keterampilannya. Hasil pekerjaan mereka juga dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan Lapas,” ujarnya.
Sementara itu, Warga Binaan J senang dapat terlibat dalam pembuatan lemari tersebut. Kegiatan di Workshop Giatja memberikan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. “Selain belajar keterampilan. Hasilnya juga bisa digunakan untuk membantu menata peralatan di Workshop Giatja,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmen dalam memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui giatja. “Kami ingin setiap proses pembinaan memberikan pengalaman dan bekal yang bermanfaat sehingga mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan kemandirian melalui giatja yang produktif. Hasil karya Warga Binaan diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan di lingkungan Lapas. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


