Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Pembelajaran Bahasa Inggris dan Tadabur Al-Qur’an

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Pembelajaran Bahasa Inggris dan Tadabur Al-Qur’an

Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan peserta program pendidikan kesetaraan Paket C Kelas XII Lapas Kelas IIA Banjarmasin ikuti pembelajaran Bahasa Inggris di perpustakaan Lapas, Selasa (2/6). Materi yang diberikan meliputi tense dan conversation sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan komunikasi Warga Binaan.

Pembelajaran dipandu oleh kader pendidikan yang bertugas sebagai instruktur. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari penggunaan tense dalam kalimat sederhana dan mempraktikkan percakapan sehari-hari melalui dialog interaktif. Suasana belajar berlangsung aktif dan penuh antusiasme di ruang perpustakaan.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan program pendidikan kesetaraan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan yang terus didorong secara berkelanjutan. "Pendidikan adalah kunci perubahan. Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan lebih baik," ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial R mendapatkan banyak manfaat dari pembelajaran Bahasa Inggris yang diikutinya. "Materi yang diajarkan mudah dipahami. Kami juga diajak untuk praktik percakapan. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba berbicara menggunakan Bahasa Inggris," ungkapnya.

Pada hari yang sama, Warga Binaan Muslim juga ikuti Tadabur Al-Qur’an dengan kajian Surah Al An’am ayat 19–30 di Masjid Baabut Taqwa. Kegiatan ini menghadirkan Ustaz H. Asfiani Norhasani dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin sebagai pemateri.

Dalam kajian tersebut, Warga Binaan diajak untuk memahami kandungan ayat-ayat yang menegaskan tentang keesaan Allah, peringatan terhadap kelalaian manusia, dan pentingnya mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. “Surah Al An’am ayat 19–30 mengajarkan pentingnya memperkuat tauhid, menjauhi kesyirikan, dan mengambil pelajaran dari setiap peringatan Allah. Semoga kajian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya,” harap Ustaz Asfiani.

Salah seorang Warga Binaan berinisial DS mendapatkan ketenangan dan dorongan untuk introspeksi diri melalui kegiatan tersebut. "Kajian ini membuat kami lebih memahami makna kehidupan dan mendorong kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan Tadabur Al-Qur’an merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas. "Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan rohani yang diharapkan memperkuat karakter, ketenangan batin, dan kesadaran spiritual Warga Binaan dalam proses perubahan diri," ujarnya.

Pembinaan rohani ini diharapkan terus memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan Warga Binaan sebagai proses pembinaan berkelanjutan di Lapas Banjarmasin. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0