Warga Binaan Lapas Banjarmasin Jalani Ibadah dan Perenungan bersama YPWBP Cahaya Kasih Jakarta

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Jalani Ibadah dan Perenungan bersama YPWBP Cahaya Kasih Jakarta

Banjarmasin, INFO_PAS – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (18/4). Pada kesempatan itu, Warga Binaan Kristiani dan Pembina Gereja Oikumene mengikuti ibadah beraama Cahaya Kasih Jakarta dengan rangkaian kegiatan berupa pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ps. Henry Darmawan.

Pada kesempatan itu, Pembina Gereja Oikumene, Erik Simanjuntak, turut memberikan penguatan. "Dalam renungan ini, kita dipanggil untuk menggunakan seluruh karunia tubuh dan hidup untuk kemuliaan tuhan, bukan untuk kepentingan diri sendiri saja," ujarnya.

Kesaksian juga datang dari salah satu Warga Binaan, Yosi, yang dengan penuh haru mengungkapkan perubahan dalam dirinya. "Saya disembuhkan dan dipulihkan oleh tuhan. Hidup saya ingin melayani dan mengikuti jalan-Nya," tuturnya.

Sebelumnya, mengangkat tema dari Kitab Perjanjian Baru Markus 10:46–52, firman tuhan yang disampaikan mengisahkan tentang Bartimeus—seorang yang buta, namun tidak kehilangan harapan. Di tengah keramaian dan rintangan, ia tetap berseru kepada Yesus dengan iman yang teguh.

Ps. Henry Darmawan menekankan pentingnya iman yang aktif, kegigihan dalam doa meskipun dihadang berbagai rintangan dan keberanian untuk meninggalkan masa lalu yang mengikat. “Mari kita miliki hati yang siap mengikuti tuhan setelah menerima pemulihan,“ ajaknya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai pembinaan kepribadian Warga Binaan. "Kegiatan keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap melalui pembinaan rohani, mereka menemukan kembali jati diri, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," harapnya.

Ibadah ini menjadi pengingat bahwa di balik tembok tinggi dan jeruji besi, harapan tetap tumbuh. Masa lalu bukan akhir dari segalanya, melainkan titik awal untuk berjalan menuju terang dengan iman sebagai penuntun langkah. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0