Warga Binaan Lapas Jember Perkuat Spiritualitas lewat Pembinaan Rohani Lintas Agama
Jember, INFO_PAS – Pembinaan kepribadian melalui kegiatan kerohanian terus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. Pada Selasa (6/10), Warga Binaan dari berbagai agama mengikuti kegiatan pembinaan rohani sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Warga Binaan Muslim mengikuti istigasah, sementara Warga Binaan Kristen mengikuti kebaktian dan pembinaan rohani bersama penyuluh agama Kristen dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember.
Usai Zuhur berjamaah, Warga Binaan Muslim tidak langsung meninggalkan tempat ibadah. Mereka melanjutkan kegiatan dengan istigasah bersama didampingi petugas pembinaan. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan kalimat-kalimat tayibah, seperti tasbih, tahmid, dan takbir, dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan selawat Nabi.
“Istigasah kami selenggarakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, juga meminta pertolongan atas segala permasalahan,” ungkap Petugas Pembinaan, Ahmad Qurnain.
Sementara itu, Warga Binaan Kristen mengikuti kebaktian rutin dan pembinaan rohani di ruang pembinaan Lapas Jember. Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama Kristen dari Kemenag Kabupaten Jember menyampaikan materi mengenai penciptaan manusia dan makna kehidupan. Materi tersebut mengajak Warga Binaan untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki nilai, potensi untuk berubah, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kabupaten Jember, Lumba Nainggolan, menyampaikan manusia diciptakan dengan tujuan dan nilai berharga dalam kehidupan. “Pembinaan rohani bukan hanya tentang menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi, menyadari kesalahan, menemukan kembali nilai dirinya, serta menumbuhkan harapan dan komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Masa pembinaan ini hendaknya menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Suasana kebaktian berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Warga Binaan khidmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi rohani, doa bersama, hingga pujian.
Salah seorang Warga Binaan, AP, bersyukur dapat mengikuti pembinaan rohani secara rutin karena memberikan ketenangan sekaligus penguatan selama menjalani masa pembinaan. “Saya merasa sangat tercerahkan dan dikuatkan lewat kebaktian yang rutin kami hadiri ini. Setiap kali mengikuti pembinaan rohani, ada ketenangan batin yang saya rasakan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Heri Aguswanto, menegaskan pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Warga Binaan. Penguatan aspek spiritual diharapkan membantu Warga Binaan mengendalikan diri, menghadapi berbagai persoalan dengan lebih tenang, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjalani proses perubahan selama berada di dalam lapas.
“Tujuannya adalah terus memperkuat fondasi moral, spiritual, dan mental Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Kami berharap mereka mampu menghadapi permasalahan dengan tenang dan tawakal, baik ketika menjalani pembinaan maupun ketika sudah kembali ke masyarakat nanti,” harap Agus.
Pembinaan keagamaan lintas agama tersebut menjadi wujud komitmen Lapas Jember dalam memenuhi hak Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Pembinaan dilakukan berkelanjutan dengan melibatkan mitra keagamaan, termasuk Kemenag Kabupaten Jember, sehingga Warga Binaan memperoleh ruang untuk memperkuat nilai moral dan spiritual selama menjalani masa pidana.
Melalui pembinaan rohani yang konsisten, Lapas Jember terus mendorong terciptanya proses Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada perubahan perilaku dan pembentukan karakter. Diharapkan, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama menjalani pembinaan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu kembali diterima di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Jember
What's Your Reaction?


