Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Garap 100 Tas Eceng Gondok Pesanan Juragan 99

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Garap 100 Tas Eceng Gondok Pesanan Juragan 99

Malang, INFO_PAS – Empat Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang memperoleh kesempatan kembangkan keterampilan melalui pengerjaan 100 tas anyaman eceng gondok. Pesanan dari Juragan 99 tersebut dikerjakan dengan menambahkan lukisan tangan dan ornamen rajut pada tas, sejak 13 Agustus 2026 dengan target penyelesaian selama satu minggu.

Pesanan tersebut bermula dari ketertarikan istri Juragan 99 yang merupakan pendiri MS Glow terhadap hasil karya Warga Binaan saat berkunjung ke Lapas Perempuan Malang. Ketertarikan itu kemudian diwujudkan melalui pemesanan 100 tas anyaman eceng gondok untuk dipercantik dengan lukisan tangan dan ornamen rajut.

Dalam pengerjaannya, empat Warga Binaan berbagi tugas sesuai keterampilan masing-masing. Sebagian mengerjakan lukisan pada permukaan tas, sementara lainnya membuat ornamen rajut sebagai pelengkap. Setiap tas dikerjakan secara manual dengan memperhatikan detail agar menghasilkan tampilan yang rapi dan menarik.

Motif lukisan yang digunakan sebagian besar berupa bunga dengan perpaduan warna cerah. Warga Binaan menggunakan referensi gambar yang tersedia di internet sebagai inspirasi, kemudian mengembangkan kembali desain tersebut sesuai kreativitas masing-masing.

Kepala Subseksi Kegiatan Lapas Perempuan Malang, Endah Wahyuni, mengatakan pesanan tersebut jadi bentuk kepercayaan terhadap keterampilan yang dikembangkan Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian.

“Pesanan ini dikerjakan dengan penuh antusias oleh Warga Binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka bebas sehingga memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan mengembangkan peluang usaha,” ujar Endah.

Bagi Devi, salah seorang Warga Binaan yang terlibat, pengerjaan tas memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mengasah keterampilan. Ia menilai kegiatan tersebut membuat waktu selama menjalani pembinaan dapat diisi dengan aktivitas yang produktif.

“Saya merasa kegiatan pembinaan ini sangat bermanfaat karena dapat mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif. Selain itu, saya juga bisa belajar keterampilan baru yang nantinya semoga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Devi.

Pengerjaan 100 tas tersebut bagian dari pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Malang yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk kembangkan kreativitas sekaligus membiasakan diri bekerja dengan target dan pembagian tugas. Pengalaman menyelesaikan pesanan secara langsung juga diharapkan dapat menambah kepercayaan diri serta kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0