Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Sulap Bahan Daur Ulang Jadi Busana Karnaval Kreatif
Malang, INFO_PAS - Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali mencuri perhatian. Dalam mengisi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Lapas Perempuan Malang gelar lomba fashion show Warga Binaan dengan menghadirkan busana karnaval hasil kreativitas dari bahan-bahan daur ulang, Rabu (12/8).
Tidak hanya busana, seluruh persiapan penampilan, mulai dari tata rias, aksesori, hingga peserta yang tampil di atas catwalk merupakan hasil kreativitas dan keterlibatan Warga Binaan. Mereka tampil maksimal dengan beragam konsep busana unik dan penuh warna.
Perlombaan tersebut dinilai langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, bersama jajaran struktural. Penilaian tidak hanya melihat penampilan di atas catwalk, tetapi juga kreativitas dan kemampuan peserta dalam mengolah bahan menjadi busana yang memiliki nilai estetika.
Salah satu petugas Lapas Perempuan Malang, Sambang Bima Sakti, mengapresiasi hasil karya Warga Binaan yang dinilainya jauh melampaui ekspektasi. “Seluruh bahan yang digunakan adalah bahan daur ulang dan disulap menjadi busana karnaval yang sangat luar biasa kreatif. Di luar prediksi kami. Bahkan, rasanya sudah bisa disandingkan dengan Jember Fashion Week,” pujinya.
Kreativitas tersebut salah satunya terlihat dari busana yang dibuat oleh Indri, Warga Binaan yang turut terlibat dalam proses pembuatan kostum. Ia menjelaskan hampir seluruh bagian busana dibuat sendiri dengan memanfaatkan barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.
“Semuanya kami buat sendiri. Ini berasal dari kertas bekas yang kami warnai emas, kemudian bagian ini dari kulit telur ayam, sisa makanan kami. Semuanya adalah bahan daur ulang dan kami sangat antusias menuangkan kreativitas kami,” ungkap Indri sambil menunjukkan karyanya.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi Faith, salah satu Warga Binaan yang menjadi peserta fashion show asal Kenya. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga pengalaman baru dalam mengenal budaya Indonesia.
“Saya sangat terkesan dengan budaya Indonesia. Ini pertama kalinya saya melakukan catwalk dan ditonton oleh banyak orang. Saya merasa sangat senang,” tutur Faith.
Antusiasme juga terlihat dari Warga Binaan lainnya yang memberikan dukungan kepada masing-masing peserta. Sorak dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana kompetisi yang meriah sekaligus menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mengekspresikan potensi dan kreativitas mereka.
Melalui pemanfaatan bahan daur ulang, Warga Binaan tidak hanya belajar menghasilkan sebuah karya, tetapi juga memahami bsesuatu yang sederhana dapat memiliki nilai apabila diolah dengan kreativitas. Ke depannya, Lapas Perempuan Malang akan terus berupaya hadirkan pembinaan kreatif, produktif, dan bermakna. (IR)
Kontributor LPP Malang
What's Your Reaction?


