Warga Binaan Lapas Perempuan Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris hingga Pembuatan Pupuk Organik
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang gelar rangkaian program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, meliputi pelatihan Bahasa Inggris, pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos, serta budidaya cabai rawit skala rumah tangga, Selasa (9/12). Seluruh kegiatan berlangsung di area pembinaan melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan dan disertai sesi praktik agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Pelatihan Bahasa Inggris menjadi salah satu materi yang paling diminati Warga Binaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengajaran dasar seperti daily conversation, reading basics, hingga penyusunan simple sentences. Metode pembelajaran dilakukan secara komunikatif, dipadukan dengan latihan percakapan yang membuat proses belajar terasa lebih interaktif.
Di bidang keterampilan lingkungan, Warga Binaan mengikuti pelatihan pembuatan POC dan kompos menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Peserta mempraktikkan langsung proses pemilahan sampah organik, pembuatan perangkat sederhana dari galon bekas, pencampuran EM4 dan air cucian beras, hingga teknik pembalikan kompos dan tata cara pemanenan. Petugas Ketahanan Pangan, Moh. Kris, turut mendampingi jalannya kegiatan untuk memastikan setiap tahapan dipahami dengan baik.
Pembinaan kemandirian diperluas dengan praktik budidaya cabai rawit skala rumah tangga. Warga Binaan mempelajari tahapan penyemaian benih, penyiapan media tanam, teknik pemeliharaan, hingga panen. Model budidaya sederhana ini diharapkan dapat menjadi keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah mereka bebas, baik untuk kebutuhan keluarga maupun peluang usaha kecil.
Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, menegaskan bahwa berbagai kegiatan pembinaan ini disusun untuk memberikan keterampilan yang relevan dan mudah diterapkan.
“Pembinaan kemandirian bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri. Melalui pelatihan Bahasa Inggris, pengolahan pupuk organik, hingga budidaya cabai rawit, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal nyata yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Moh. Kris menambahkan bahwa pelatihan pengolahan limbah organik dirancang agar dapat dilakukan di rumah tanpa memerlukan biaya besar. “Pembuatan kompos dan POC ini sederhana dan sangat bermanfaat. Dengan memanfaatkan bahan di sekitar, Warga Binaan bisa menghasilkan produk bernilai dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lapas Perempuan Pangkalpinang berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu membangun keterampilan produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di masa depan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Pangkalpinang
What's Your Reaction?


