Warga Binaan Lapas Saumlaki Hasilkan Kerajinan Kayu Pesanan Masyarakat

Warga Binaan Lapas Saumlaki Hasilkan Kerajinan Kayu Pesanan Masyarakat

Saumlaki, INFO_PAS - Semangat berkarya dan keterampilan telah tumbuh subur di kalangan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas (Lapas) III Saumlaki. Melalui program pembinaan kemandirian perbengkelan kayu, mereka tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga mengasah keahlian bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Lapas Saumlaki, Ilham, mengatakan hasil karya ini adalah bukti keberhasilan program pembinaan. Tidak sedikit pelanggan yang menyatakan kekaguman atas kualitas produk yang dihasilkan yang mampu bersaing dengan produk di pasaran bebas.

"Kami sangat bangga. Pesanan yang kami terima ini menunjukkan kualitas hasil kerja Warga Binaan kami mampu bersaing dengan produk dari bengkel kayu di luar sana," ujar Ilham, Rabu (5/11).

Kegiatan produktif ini tidak hanya mengisi waktu Warga Binaan, tetapi juga memberikan mereka penghasilan dan bekal keterampilan yang sangat berharga untuk kehidupan pascapemasyarakatan. Seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku kayu, pengukuran, pemotongan, penyambungan kusen dan daun pintu/jendela, hingga proses penghalusan (finishing), dikerjakan secara mandiri oleh para Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan intensif.

Salah seorang pemesan, Crisyo Maatita, mengungkapkan kepuasan dengan hasil karya yang dibuat Warga Binaan "Saya memesan satu set kusen, pintu, dan jendela. Hasilnya sangat rapi, sambungannya presisi, dan kayunya bagus. Harganya juga kompetitif. Ini jelas mendukung mereka untuk memiliki bekal keahlian saat bebas nanti," ujarnya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ricky Dwi Biantoro. Keberhasilan produksi pintu, jendela, kusen, dan meja yang mendapatkan pesanan signifikan dari masyarakat adalah bukti pembinaan jajaran Pemasyarakatan berjalan efektif dan berhasil mengubah keterbatasan menjadi potensi bernilai ekonomi.

"Kualitas produk yang bersaing di pasar bebas menunjukkan etika kerja, ketelitian, dan profesionalisme yang luar biasa dari Warga Binaan. Ini sekaligus menepis stigma negatif dan membuktikan mereka memiliki kemampuan teknis yang dapat diandalkan," tutur Ricky.

Ke depannya, Lapas Saumlaki berkomitmen untuk terus meningkatkan program kemandirian ini sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial, memastikan setiap Warga Binaan memiliki modal keterampilan yang kuat untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)

 

Kontributor: Lapas Saumlaki

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0