Warga Binaan Lapas Tolitoli Jalani Program Pemberantasan Buta Aksara

Warga Binaan Lapas Tolitoli Jalani Program Pemberantasan Buta Aksara

Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli kembali tunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. Bertempat di perpustakaan Lapas, kegiatan belajar-mengajar pemberantasan buta huruf dan belajar berhitung dilaksanakan pada Rabu (12/11).

Kegiatan ini diikuti Warga Binaan yang masuk dalam kategori buta aksara. Mereka dibimbing langsung oleh petugas registrasi Lapas Tolitoli, Tias, yang memberikan materi dasar mengenal huruf, membaca, dan berhitung. Suasana pembelajaran berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari peserta.

“Kami melihat semangat belajar mereka luar biasa. Banyak dari peserta yang awalnya belum mengenal huruf, kini sudah mulai bisa membaca kata sederhana. Ini menunjukkan kesabaran dan pembinaan yang konsisten, perubahan positif itu bisa terwujud,” puji Tias.

Salah seorang Warga Binaan peserta kegiatan, Jaka, sangat terbantu dengan adanya program ini. “Dulu saya tidak bisa membaca sama sekali, sekarang sudah mulai bisa mengenal huruf dan menulis nama sendiri. Saya senang sekali bisa belajar di sini. Semoga bisa lebih pintar dan berguna kalau sudah keluar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Tolitoli, Muhammad Ishak, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan negara terhadap hak dasar Warga Binaan untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan selama menjalani masa pidana. “Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal positif bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” harapnya.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menambahkan kegiatan ini merupakan pembinaan kepribadian yang terintegrasi. “Pendidikan dasar seperti membaca dan berhitung bukan hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Senada, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Syafruddi, menjelaskan kegiatan belajar akan dilaksanakan secara rutin dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing Warga Binaan. “Kami melakukan pendampingan secara bertahap agar peserta benar-benar memahami materi serta mampu membaca danmenulis dengan lancar,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti Lapas Tolitoli tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga berperan aktif dalam mencerdaskan Warga Binaan demi mewujudkan Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pendidikan, diharapkan setiap Warga Binaan mampu menata kembali masa depan mereka dengan bekal pengetahuan dan keterampilan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat setelah bebas nanti. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0