Warga Binaan Lapas Wahai Tekuni Budidaya Buncis dan Tomat untuk Bekal Kemandirian
Wahai, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tekuni perawatan bibit buncis dan tomat di area lahan pertanian Lapas, Kamis (7/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian program pembinaan kemandirian guna bekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian dan agribisnis selama jalani masa pidana.
Proses perawatan dilakukan secara intensif mulai dari penyemaian, penyiraman, hingga pemupukan rutin agar bibit dapat tumbuh optimal dan hasilkan panen berkualitas.
Petugas yang mengawasi kegiatan, George Riupassa, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan Warga Binaan memahami teknik budidaya yang baik dan benar.
“Kami mendampingi mereka mulai dari proses penyemaian hingga perawatan. Fokus utama kami adalah memastikan Warga Binaan memahami teknik pertanian yang tepat agar hasil panen nantinya berkualitas,” ujar George.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat aktif, DS, mengaku kegiatan pertanian memberi pengalaman baru sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat.
“Saya belajar banyak tentang cara menjaga kelembapan tanah dan menangani hama. Kegiatan ini membuat waktu kami di sini lebih bermanfaat dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” katanya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Mouw, mengatakan pemilihan komoditas buncis dan tomat didasarkan pada nilai ekonomi serta kemudahan perawatan yang sesuai dengan kondisi iklim setempat.
“Kami memilih tanaman yang masa panennya relatif singkat namun memiliki nilai jual yang baik. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah bebas nanti,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa program pertanian merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada perubahan dan pemberdayaan Warga Binaan.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembinaan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat serta mampu kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan produktif,” ungkapnya.
Program pembinaan kemandirian ini mendapat dukungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai kegiatan pertanian di Lapas Wahai menjadi langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan berbasis keterampilan.
“Lapas Wahai menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan sehingga Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, ribuan bibit buncis dan tomat terus dirawat dengan target panen dalam beberapa bulan ke depan. Hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan internal lapas maupun kebutuhan masyarakat sekitar. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


