Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Lapas Geser Panen 38 Ikat Sawi Hidroponik
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali buktikan konsistensinya dalam memberikan pembinaan dan pendampingan bagi Warga Binaan dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan metode pertanian modern, Lapas Geser panen 38 ikat sayuran sawi hidroponik, Kamis (6/8).
Kepala Subseksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, menjelaskan budidaya hidroponik ini merupakan langkah nyata Lapas Geser dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan mengoptimalkan sarana pembinaan kemandirian untuk membentuk karakter dan mental kerja yang positif bagi Warga Binaan.
“Kami tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis pertanian modern, tetapi juga membentuk mental kerja yang produktif. Kami berharap keahlian budidaya hidroponik ini menjadi modal usaha yang bernilai ekonomis bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat nanti. Hari ini kita berhasil memanen 38 ikat sayur sawi. Sebanyak 30 ikat langsung diborong oleh masyarakat dan petugas, sisanya akan dikonsumsi Warga Binaan melalui pihak pengelola bahan makanan,” jelas Junaidi.
Apresiasi disampaikan Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid.. “Panen ini menjadi wujud nyata dari kerja keras bersama. Semoga hasil yang diperoleh membawa berkah sekaligus memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan produktivitas ke depannya,” tuturnya.
Dampak positif dari program ini juga dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan berinisial JR bersyukur dan bangga karena dapat mengikuti seluruh proses budidaya, mulai dari awal penanaman hingga masa panen tiba.
“Pembinaan ini memberikan ilmu dan keterampilan baru. Dulu kami hanya sekedar tahu ternyata ada metode menanam sayuran tanpa tanah, sekarang kami lebih paham dari segi teknik pengelolaan nutrisi hingga perawatannya dengan jenis sayuran sawi. Ini menjadi bekal berharga bagi saya agar setelah bebas bisa membuka usaha pertanian hidroponik mandiri untuk menopang perekonomian keluarga,” ujar JR.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan pihaknya akan terus konsisten menghadirkan program pembinaan yang humanis, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan Warga Binaan. Ia juga berharap seluruh Warga Binaan dapat memanfaatkan waktu di Lapas untuk belajar dan memperbaiki diri. Dengan begitu, saat bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang terampil, produktif, dan membawa perubahan positif.
“Masa lalu adalah pelajaran, namun masa depan adalah milik mereka yang mau berusaha. Kami di Lapas Geser akan selalu hadir untuk mendukung setiap langkah perubahan Warga Binaan ke arah yang lebih baik,” ujar Nober.
Melalui panen sayuran hidroponik ini, Lapas Geser membuktikan tembok Lapas bukan penghalang untuk berkarya. Program pembinaan berkelanjutan ini diharapkan mencetak sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi aktif bagi perekonomian masyarakat setelah bebas. (IR)
Kontributor: Lapas Geser
What's Your Reaction?


