10 Anakan Mentok Menetas, Populasi Ternak Rutan Perempuan Surabaya Bertambah
Sidoarjo, INFO_PAS – Sebanyak 10 anakan mentok berhasil menetas di peternakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya pada Rabu (14/10). Penetasan ini menambah populasi mentok yang telah dipelihara sebelumnya. Keberhasilan tersebut jadi perkembangan positif bagi pengelolaan peternakan yang turut mendukung salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.
Kondisi lingkungan yang cenderung panas menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan peternakan di Rutan Perempuan Surabaya. Karena itu, keberhasilan penetasan 10 anakan mentok jadi perkembangan berarti bagi kegiatan tersebut. Penambahan populasi ternak ini juga mendorong pengelola untuk terus memperhatikan pemeliharaan dan pengembangan peternakan di lingkungan Rutan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan, Comi Hendariswati, mengatakan bahwa keberhasilan penetasan tersebut jadi penyemangat bagi jajaran pengelola untuk terus merawat ternak yang ada. Ia berharap kegiatan peternakan dapat berkembang secara bertahap sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Sepuluh anakan ini menjadi tambahan yang berarti bagi peternakan kami. Tantangan kondisi lingkungan tentu perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ternak. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjaga perkembangan anakan yang baru menetas sekaligus meningkatkan pengelolaan peternakan ke depannya,” ujar Comi.
Selain mendukung program ketahanan pangan, peternakan ini dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi mereka untuk mempelajari pemeliharaan ternak secara langsung, sekaligus melatih ketekunan dan tanggung jawab.
Warga Binaan J mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan peternakan. Baginya, aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang sebelumnya belum tentu pernah didapatkan.
“Biasanya kita mungkin hanya melihat orang beternak, tetapi di sini saya bisa belajar langsung. Saya jadi tahu bahwa merawat hewan tidak sekadar memberi makan, tetapi juga harus memperhatikan kondisinya dan dilakukan secara rutin. Kegiatan ini membuat waktu saya lebih bermanfaat dan menambah pengetahuan yang bisa saya bawa ketika nanti kembali ke rumah,” tutur J.
Pengembangan peternakan di Rutan Perempuan Surabaya menunjukkan bahwa pembinaan dapat dilakukan melalui kegiatan praktis yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan. Dengan bertambahnya populasi mentok, peternakan ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


