Lapas Banjarmasin Gelar Pembelajaran Tahsin, Warga Binaan Perbaiki Bacaan Al-Qur’an
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin gelar pembelajaran tahsin Al-Qur’an bagi Warga Binaan di Masjid Baabut Taqwa, Rabu (14/10). Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin ini membantu Warga Binaan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, termasuk mengenali kekeliruan dalam membaca Surah Yasin.
Sebanyak 10 penyuluh agama berikan pendampingan menggunakan metode halaqah, yaitu pembelajaran dalam kelompok kecil yang memungkinkan peserta mendapat bimbingan secara langsung. Melalui metode ini, peserta dapat mempelajari kaidah membaca Al-Qur’an dengan bimbingan penyuluh agama.
Dalam salah satu kelompok, Ustaz Ahmad Syaifullah membimbing peserta mempelajari kaidah tajwid dalam membaca Surah Yasin. Pendampingan ini membantu peserta mengenali bagian bacaan yang belum tepat sekaligus mempelajari cara melafalkan ayat sesuai kaidah yang benar.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, mengatakan pembelajaran tahsin merupakan bagian dari upaya tingkatkan kualitas pembinaan kerohanian Warga Binaan.
“Melalui pembelajaran tahsin ini, kami ingin Warga Binaan semakin baik dalam membaca Al-Qur’an dan memiliki semangat untuk terus belajar. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam ibadah sehari-hari serta menjadi bagian dari proses memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Dari sisi pembelajaran, Ustaz Ahmad Syaifullah tekankan pentingnya memahami kaidah tajwid agar bacaan Al-Qur’an tidak hanya lancar, tetapi juga sesuai dengan aturan membaca yang benar.
“Belajar tahsin bukan sekadar melancarkan bacaan, tetapi juga memastikan setiap huruf dilafalkan sesuai makhraj dan kaidah tajwidnya. Dengan latihan dan bimbingan secara rutin, diharapkan bacaan Al-Qur’an semakin baik dan benar,” jelasnya.
Manfaat pembelajaran tersebut dirasakan oleh Warga Binaan yang mengikuti kegiatan. Salah satunya mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengevaluasi bacaan Surah Yasin yang selama ini dibacanya.
“Selama ini saya sudah lama membaca Surah Yasin, tetapi ternyata masih ada beberapa bagian yang kurang tepat. Saya bersyukur bisa belajar lagi dan mengetahui cara membaca yang benar,” ungkap S.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan dukungannya terhadap pembinaan kerohanian sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, kami berharap tumbuh kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Pembelajaran tahsin jadi sarana bagi Warga Binaan untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus tumbuhkan semangat belajar dan memperbaiki diri. Melalui pendampingan berkelanjutan, pembinaan kerohanian diharapkan memberi bekal positif bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


