Asah Keahlian Otomotif, Warga Binaan Lapas Batulicin Praktik Servis Motor
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus bina kemandirian Warga Binana melalui praktik keterampilan otomotif. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran produktif untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memberikan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Praktik berlangsung di bengkel otomotif di lingkungan Balai Latihan Kerja Lapas Batulicin . Pada Rabu (26/8), Warga Binaan melakukan pengerjaan secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran mesin, pemeriksaan dan penggantian suku cadang, hingga perbaikan bodi dan pengecatan kembali bagian motor.
Setiap tahapan dikerjakan dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan kendaraan. Untuk kerusakan ringan, proses pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sedangkan perbaikan yang lebih kompleks membutuhkan pemeriksaan dan pengerjaan secara lebih mendalam.
Praktik servis motor menjadi proses pembinaan yang terus memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk meningkatkan kematangan keterampilan. Pengalaman menangani kendaraan secara langsung diharapkan membuat kemampuan yang dimiliki makin terasah dan dapat diterapkan sebagai keterampilan produktif setelah bebas.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan kegiatan bengkel diarahkan untuk memperkuat kemampuan teknis Warga Binaan melalui pengalaman kerja yang nyata. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan menangani berbagai pekerjaan otomotif sesuai tingkat kemampuan dan kompleksitas kerusakan.
“Pembinaan otomotif kami arahkan tidak hanya pada kemampuan melakukan servis, tetapi juga pada pemahaman terhadap tahapan kerja secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran, pemeriksaan komponen, penggantian suku cadang hingga perbaikan bodi menjadi pengalaman penting untuk membentuk keterampilan kerja yang makin matang,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan berinisial A mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan bengkel menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan otomotif yang sebelumnya telah dimiliki. Praktik langsung di Lapas memberikan ruang untuk memperdalam kemampuan sekaligus membangun pengalaman yang lebih terarah.
“Sebelumnya saya sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang otomotif, tetapi di sini saya mendapat kesempatan untuk mengembangkan dan mempraktikkannya secara lebih terarah. Bagi saya, kegiatan ini menjadi ruang nyata untuk menambah pengalaman dan membangun keterampilan yang bisa menjadi bekal positif ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap A.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan bengkel sebagai salah satu wadah pembinaan kemandirian. Ia menegaskan keterampilan yang diberikan harus terus diarahkan agar memiliki nilai manfaat dan dapat menjadi modal Warga Binaan dalam membangun kehidupan yang lebih mandiri.
“Kami mendukung setiap kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar sekaligus menghasilkan keterampilan nyata. Praktik otomotif seperti ini kami harapkan terus berkembang sehingga kemampuan yang mereka peroleh menjadi modal positif untuk bekerja, berkarya, dan membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” harap Thoha.
Bengkel otomotif menjadi salah satu ruang produktif bagi Warga Binaan untuk mengasah kemampuan secara konsisten sebagai persiapan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Melalui praktik servis motor, Lapas Batulicin terus memperkuat pembinaan kemandirian berbasis keterampilan dan pengalaman kerja. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


