Peluang Masa Depan Cerah, Warga Binaan Lapas Ambon Terampil Produksi Meja
Ambon, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus buktikan komitmennya mengubah masa lalu Warga Binaan jadi peluang masa depan yang cerah. Melalui program pembinaan kemandirian produktif, Warga Binaan dilatih kuasai keahlian pertukangan, salah satunya membuat meja berkualitas menggunakan bahan besi hollow, Rabu (26/8).
Kegiatan pembinaan ini tak sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga jadi bekal keterampilan nyata agar mereka siap kembali dan hidup mandiri di tengah masyarakat setelah masa pidana selesai.
Proses pembuatan meja besi hollow di bengkel kerja Lapas Ambon dikerjakan dengan teliti oleh Warga Binaan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai dari perencanaan dan pengukuran untuk menentukan desain serta menandai garis potong pada batang besi hollow. Selanjutnya, besi dipotong menggunakan mesin gerinda sesuai ukuran rangka yang dibutuhkan, lalu dirakit dan disatukan melalui pengelasan listrik hingga membentuk kerangka meja yang kokoh. Tahap akhir meliputi penghalusan sambungan las, pengecatan antikarat agar tahan lama, serta pemasangan permukaan meja dari tripleks tebal yang dilapisi HPL sehingga siap digunakan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari kurikulum pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga menyampaikan bahwa hasil penjualan produk, termasuk meja besi hollow, dikelola secara transparan. Sebagian disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sedangkan sebagian lainnya diberikan sebagai premi kepada Warga Binaan.
"Kami ingin memastikan bahwa keterampilan yang mereka dapatkan di dalam Lapas benar-benar aplikatif dan bernilai ekonomi. Setiap produk yang terjual tidak hanya menyumbang pemasukan bagi negara melalui PNBP, tetapi juga memberikan hak berupa premi kepada Warga Binaan sebagai modal mereka nanti," kata Zulkipli.
Salah seorang Warga Binaan, M, mengaku bersyukur dapat mengikuti program pelatihan tersebut. Meski sebelumnya tidak memiliki keterampilan mengelas, berkat bimbingan instruktur di Lapas Ambon, ia kini mampu merakit berbagai perabot sekaligus. Aktivitas ini juga menghilangkan kejenuhan selama menjalani masa pembinaan.

"Awalnya saya ragu karena belum pernah memegang alat las sama sekali. Tapi Puji Tuhan, berkat arahan petugas dan kesabaran pembina, sekarang saya sudah bisa membuat meja besi yang rapi. Upah premi yang saya dapatkan juga bisa ditabung untuk keluarga di rumah," ungkap M.
Kualitas meja besi buatan Warga Binaan Lapas Ambon ternyata mampu memikat masyarakat, salah satunya Febrian Lawalata. Ia mengaku kagum dengan kerapian dan kekokohan meja besi hollow pesanan tersebut yang dinilai tidak kalah dari produk buatan pabrik profesional.
"Jujur saya sempat kaget melihat hasilnya yang sangat rapi dan kokoh. Kualitas las dan finishing-nya sangat bagus. Ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Ambon benar-benar berjalan dengan sangat baik dan menghasilkan karya yang layak berdaya saing," pungkas Febrian.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, mengapresiasi dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan Warga Binaannya. Ia menegaskan bahwa Lapas Ambon akan terus berkomitmen memfasilitasi berbagai program kemandirian agar keterbatasan di balik jeruji tidak menjadi halangan untuk terus berkarya.
"Kami berkomitmen untuk terus mencetak Warga Binaan yang produktif dan mandiri. Keberhasilan pembuatan meja besi ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan di balik jeruji tidak membatasi seseorang untuk terus berkarya. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung karya-karya positif dari Warga Binaan kami,” tutur Hendra.
Program pembuatan meja besi hollow di Lapas Ambon jadi gambaran bahwa masa pidana bukanlah akhir dari kesempatan untuk berkembang. Melalui pembinaan kemandirian yang terarah serta dukungan Lapas, Warga Binaan, dan masyarakat, keterampilan dapat berkembang menjadi karya bernilai ekonomi yang bermanfaat bagi berbagai pihak. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Ambon
What's Your Reaction?


