Bapas Baubau Bekali Klien Keterampilan Olahan Teh dan Puding Kelor
Baubau, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau gelar pembimbingan kemandirian berupa pelatihan pembuatan teh dan puding berbahan dasar kelor. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Baubau, Kamis (8/10), ini diikuti 20 Klien Pemasyarakatan dan dibuka oleh Kepala Bapas (Kabapas) Baubau, Mustar Taro, dengan menghadirkan tutor dari Rumah Kelor Muna, Anshar.
Dalam sambutannya, Mustar Taro tekankan pentingnya pembimbingan kemandirian sebagai bekal bagi Klien untuk kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan jadi sumber penghasilan.
“Pelatihan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi langkah nyata untuk membekali saudara-saudara sekalian dengan keterampilan produktif. Tanaman kelor memiliki potensi gizi dan ekonomi yang sangat tinggi jika diolah dengan tepat. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kelak bisa menjadi wirausahawan mandiri yang mandiri secara finansial dan diterima kembali secara positif oleh masyarakat,” pesan Mustar.
Tutor dari Rumah Kelor Muna, Anshar, memberikan materi sekaligus mempraktikkan cara mengolah daun kelor menjadi teh herbal dan puding yang higienis serta bernilai jual.
“Kelor sering dijuluki sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena kaya akan nutrisi. Di tangan yang tepat, daun kelor bisa diolah menjadi produk inovatif seperti teh celup herbal dan puding lezat yang digemari berbagai kalangan. Kami hadir di sini untuk membagikan teknik pengolahannya dari nol hingga siap dipasarkan, sehingga Klien Bapas Baubau memiliki bekal keahlian yang langsung bisa diaplikasikan,” ujar Anshar.

Selama kegiatan, para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam meracik bahan di bawah bimbingan tutor. Salah seorang peserta, LMT, mengaku mendapat pengetahuan baru tentang pengolahan kelor.
“Awalnya saya kira kelor cuma bisa disayur bening biasa. Ternyata, setelah diajarkan tadi, daun kelor bisa diolah jadi teh herbal yang segar dan puding enak. Suasana pelatihannya juga santai tapi serius, jadi kami tidak canggung buat bertanya langsung kalau ada langkah yang belum paham. Ini pengalaman baru yang seru dan sangat bermanfaat buat kami,” ujarnya.
Peserta lainnya juga merasa termotivasi setelah melihat langsung hasil olahan kelor yang menarik dan siap dipasarkan. Bapas Baubau berharap pelatihan ini dapat mendorong Klien merintis usaha mandiri setelah selesaikan masa pembimbingan. Kegiatan ditutup dengan praktik pembuatan bersama, pencicipan hasil olahan, dan sesi tanya jawab.
Tanaman kelor (Moringa oleifera) telah lama dikenal masyarakat di Kepulauan Buton dan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari pangan lokal. Tanaman ini juga mudah tumbuh di berbagai kondisi iklim dan jenis tanah. Di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara, kelor dapat dijumpai tumbuh liar maupun dibudidayakan di pekarangan rumah. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Baubau
What's Your Reaction?


