Bawa Bayi 3 Bulan, Tahanan Baru Jalani Proses Penerimaan Humanis di Rutan Perempuan Surabaya

Bawa Bayi 3 Bulan, Tahanan Baru Jalani Proses Penerimaan Humanis di Rutan Perempuan Surabaya

Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya kembali menerima seorang Tahanan baru titipan Kejaksaan Negeri Sidoarjo pada Selasa (14/7). Momen tersebut menjadi perhatian karena tahanan berinisial V datang dengan menggendong buah hatinya yang masih berusia tiga bulan. Kondisi tersebut membuat setiap tahapan penerimaan dilakukan secara cermat dengan tetap mengedepankan pelayanan bagi ibu dan anak.

Setibanya di Rutan, petugas registrasi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi untuk memastikan seluruh dokumen pelimpahan telah sesuai. Setelah itu, petugas Kesatuan Pengamanan Rutan melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan sebagai prosedur pengamanan sebelum V memasuki area hunian.

Usai seluruh proses administrasi dan pengamanan selesai, V bersama bayinya menjalani skrining kesehatan di Klinik Pratama Rutan Perempuan Surabaya. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu sekaligus memantau kondisi bayi sebagai dasar dalam pemberian pelayanan kesehatan selama berada di lingkungan Rutan.

Setelah hasil pemeriksaan dinyatakan baik, V ditempatkan di kamar kelompok rentan yang dihuni ibu hamil dan ibu yang tinggal bersama anak bawaan. Penempatan tersebut dilakukan agar pemantauan kesehatan dan pendampingan terhadap ibu maupun anak berlangsung secara optimal.

Pelaksana Tugas Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Widyawati, mengatakan setiap Tahanan yang diterima akan menjalani prosedur yang sama, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masing-masing, termasuk bagi ibu yang datang bersama anak. "Proses penerimaan kami laksanakan sesuai standar operasional, mulai dari pemeriksaan administrasi, pengamanan, hingga skrining kesehatan. Bagi ibu yang datang bersama anak, kami memastikan keduanya memperoleh pelayanan yang diperlukan sehingga hak dasar anak, terutama di bidang kesehatan, tetap terpenuhi selama berada di Rutan," terangnya.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sulfianita, menjelaskan skrining kesehatan terhadap ibu dan bayi menjadi bagian penting dalam proses awal penerimaan. "Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan kepada ibunya, tetapi juga kepada bayinya. Dari hasil skrining tersebut, tenaga kesehatan mengetahui kondisi awal keduanya sehingga pelayanan dan pemantauan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka," jelasnya.

Sementara itu, V mengaku sempat merasa khawatir ketika harus memasuki Rutan bersama bayinya yang masih berusia tiga bulan. Namun, pelayanan yang diberikan petugas membuat dirinya merasa lebih tenang menjalani proses tersebut.

"Saya sempat takut karena anak saya masih sangat kecil, tetapi petugas mendampingi sejak awal, menjelaskan setiap proses yang harus saya jalani, dan memeriksa kesehatan kami berdua. Saya merasa lebih tenang karena anak saya juga mendapatkan perhatian," ungkap V.

Kehadiran ibu bersama bayi dalam proses penerimaan menunjukkan pelayanan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan pemenuhan hak dasar bagi kelompok rentan. Dengan prosedur yang dilaksanakan secara profesional dan penuh kepedulian, Rutan Perempuan Surabaya berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan humanis sejak hari pertama. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0