Bina Literasi, Lapas Wahai Konsisten Tingkatkan Budaya Membaca Warga Binaan
Wahai, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan literasi di Perpustakaan Beranda Mesra sebagai sarana edukasi dan pengembangan diri Warga Binaan. Kegiatan membaca yang rutin dilaksanakan menjadi salah satu bentuk pembinaan positif yang mendorong Warga Binaan memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana dengan aktivitas yang produktif sehingga meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan membentuk karakter yang lebih baik.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menegaskan perpustakaan merupakan salah satu fasilitas pembinaan yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Warga Binaan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. "Kebiasaan membaca akan sangat bermanfaat. Melalui buku, Warga Binaan menambah ilmu pengetahuan, memperbaiki cara berpikir, dan membangun karakter yang lebih baik. Kami berharap fasilitas perpustakaan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai proses pembinaan dan perubahan diri ke arah yang lebih positif," harapnya, Selasa (7/7).
Momentum kegiatan literasi kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pustakawan Nasional. Menariknya, pengelolaan Perpustakaan Beranda Mesra tidak hanya dijalankan oleh petugas, melainkan melibatkan langsung Warga Binaan yang diberdayakan menjadi pustakawan. Mereka dilatih untuk mengelola administrasi peminjaman buku, merawat koleksi, hingga menata ruang baca agar tetap nyaman.
Staf subseksi pembinaan, Rahmatsyah Latif Ode, menyampaikan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat bagi Warga Binaan. "Kami terus mendorong Warga Binaan agar memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara rutin. Lewat momentum Hari Pustakawan Nasional, kami juga memberikan kepercayaan kepada beberapa Warga Binaan untuk menjadi pustakawan. Langkah ini dilakukan agar mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan mengasah keterampilan manajerial. Melalui program pemberdayaan ini, mereka juga tidak sekadar menjadi pembaca, tetapi juga motor penggerak literasi di Lapas," jelasnya.
Antusiasme Warga Binaan dalam memanfaatkan Perpustakaan Beranda Mesra pun terus meningkat. Salah seorang Warga Binaan yang dipercaya menjadi pustakawan, HT, mengaku kegiatan membaca dan mengelola perpustakaan kini menjadi rutinitas yang memberikan manfaat besar selama menjalani masa pembinaan.
"Saya bangga dipercaya membantu mengelola perpustakaan. Saya jadi lebih sering berinteraksi dengan buku-buku baru dan membantu teman-teman sesama Warga Binaan menemukan bacaan yang mereka cari. Selain menambah pengetahuan, aktivitas ini membuat pikiran lebih tenang dan memberikan motivasi untuk terus memperbaiki diri," ungkap HT.
Melalui pemanfaatan Perpustakaan Beranda Mesra dan pemberdayaan Warga Binaan sebagai kader literasi, Lapas Wahai terus menghadirkan lingkungan pembinaan edukatif dan produktif. Literasi diharapkan menjadi budaya positif yang membentuk Warga Binaan menjadi pribadi berpengetahuan, berkarakter, dan siap menjalani proses reintegrasi sosial sebagai anggota masyarakat yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


