Buka Pelatihan di Lapas Kendari, Kakanwil Ditjenpas Sultra Tekankan Pentingnya Keterampilan bagi Warga Binaan
Kendari, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara, Sulardi, menegaskan pentingnya pelatihan keterampilan dalam proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Pabrikasi dan Pertukangan bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Kendari, Senin (13/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan agar siap berdaya dan produktif setelah kembali ke masyarakat. “Keterampilan adalah modal utama bagi Warga Binaan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat. Melalui pelatihan seperti ini, kita tidak hanya membina mereka secara disiplin dan mental, tetapi juga menyiapkan kemampuan praktis agar bisa mandiri setelah bebas,” terang Sulardi.
Kakanwil juga menyampaikan apresiasi terhadap Lapas Kendari yang terus berinovasi mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pelatihan. “Sinergi seperti ini harus terus dijaga. Hasil dari pelatihan ini diharapkan menghasilkan tenaga terampil yang siap bersaing dan diakui oleh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kendari, Mukhtar, menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh 30 Warga Binaan yang telah melalui tahapan seleksi dan penilaian. Mereka akan mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di bengkel kerja Lapas Kendari.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kerja, kedisiplinan, dan jiwa wirausaha di kalangan Warga Binaan. Kami juga berkomitmen mendukung penuh pelatihan ini dengan sarana dan instruktur yang memadai,” tegas Mukhtar.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kendari dan Yayasan PKBM Metro Riset Sulawesi Tenggara dengan dukungan tenaga instruktur berpengalaman. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan dengan materi meliputi dasar-dasar pabrikasi, penggunaan peralatan pertukangan, serta teknik pembuatan produk sederhana dari logam dan kayu. Di akhir kegiatan, peserta akan memperoleh sertifikat keterampilan sebagai pengakuan atas kompetensi yang mereka capai.
Salah satu Warga Binaan yang ikut pelatihan, Rahmat, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Semoga dengan ikut pelatihan ini saya punya skill ketika bebas nanti,” harapnya.
Usai pembukaan, Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggara lakukan peninjauan area pelatihan dan berdialog dengan peserta. Ia berpesan agar Warga Binaan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan memperbaiki diri.
Pelatihan pabrikasi dan pertukangan di Lapas Kendari ini menjadi bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengara dalam mendukung program revitalisasi Pemasyarakatan, yang menekankan pembinaan berbasis produktivitas, kemandirian, dan pemberdayaan Warga Binaan menuju reintegrasi sosial yang positif. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng
What's Your Reaction?


