Dorong UMKM Warga Binaan, Lapas Banjarmasin Kembangkan Produk Sasirangan Berbasis Kearifan Lokal
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dorong kemandirian Warga Binaan melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keterampilan pembuatan sasirangan yang dilaksanakan pada Rabu (21/1) pagi di workshop kegiatan kerja (giatja).
Dalam kegiatan tersebut, para Warga Binaan tampak tekun menjulujur kain sasirangan, sementara sebagian lainnya mengerjakan proses pewarnaan. Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian, mulai dari pengikatan benang hingga pemilihan warna, mencerminkan keseriusan mereka dalam mengasah keterampilan dan menghasilkan produk bernilai jual.
Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menjelaskan produk sasirangan yang dihasilkan tidak hanya berupa kain, tetapi juga pakaian jadi. “Hasil dari kegiatan ini berupa kain sasirangan hingga pakaian jadi untuk pria dan perempuan. Produk-produk tersebut akan dipasarkan melalui UMKM Warga Binaan sebagai bentuk pembinaan kewirausahaan,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, Wahyu, antusias mengikuti kegiatan keterampilan sasirangan ini. “Awalnya saya belum paham, tapi lama-lama menikmati prosesnya. Kegiatan ini melatih kesabaran dan keterampilan. Saya bangga kalau hasilnya nanti bisa dijual dan dimanfaatkan banyak orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mendukung program keterampilan sasirangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada penguatan UMKM Warga Binaan. “Melalui keterampilan sasirangan ini, kami mendorong Warga Binaan untuk memiliki keahlian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus melestarikan kearifan lokal. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” harapnya.
Melalui program kemandirian berbasis UMKM ini, Lapas Banjarmasin tidak hanya membina keterampilan kerja, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha dan melestarikan budaya Banua. Dari workshop giatja, sasirangan dirajut bukan sekadar menjadi kain, melainkan harapan baru menuju Warga Binaan yang mandiri dan siap menatap masa depan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


