Dukung Integrasi Sosial Warga Binaan, Bapas Banjarmasin Laksanakan Litmas di Banjarbaru
Banjarbaru, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin kembali laksanakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bagian dari proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan, Rabu (4/3). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda, Artoni, sebagai tindak lanjut permintaan Litmas dari Lapas Banjarbaru terkait usulan program Pembebasan Bersyarat (PB) bagi dua Warga Binaan berinisial DAH dan TR.
Pelaksanaan Litmas dimulai pukul 10.30 WITA dengan fokus pada penggalian data sosial yang diperlukan untuk menilai kesiapan Warga Binaan menjalani proses reintegrasi ke masyarakat. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memberikan rekomendasi yang objektif terhadap usulan PB.
Artoni menjelaskan bahwa Litmas bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial Warga Binaan, termasuk kesiapan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Melalui Litmas ini, kami dapat melihat langsung kondisi lingkungan sosial serta kesiapan penjamin dan keluarga. Hal tersebut menjadi dasar penting dalam memberikan rekomendasi yang objektif demi keberhasilan proses reintegrasi sosial Warga Binaan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PK melakukan wawancara dengan Warga Binaan serta melakukan kunjungan ke lingkungan tempat tinggal penjamin yang beralamat di Jalan Raden Fatah, Komplek Balitan, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru. Selain berdialog dengan penjamin, PK juga melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan sekitar.
PK turut berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk memastikan kelayakan dan keabsahan penjamin, sekaligus menggali tanggapan masyarakat terkait rencana pembebasan bersyarat tersebut.
Ketua RT setempat, Abdul Hair, menyampaikan dukungannya terhadap proses yang dilakukan oleh Bapas. Ia menilai langkah pengecekan langsung ke lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan masyarakat menerima kembali Warga Binaan.
“Kami menyambut baik langkah Bapas yang melakukan pengecekan langsung ke lingkungan. Dengan komunikasi seperti ini, masyarakat juga dapat berperan dalam mendukung Warga Binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, menegaskan bahwa Litmas merupakan instrumen penting dalam memastikan program integrasi sosial berjalan tepat sasaran.
“Bapas memiliki peran strategis dalam menilai kesiapan sosial Warga Binaan sebelum kembali ke masyarakat. Melalui Litmas yang komprehensif, kami dapat memastikan bahwa program pembebasan bersyarat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga didukung oleh lingkungan sosial yang kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pemasyarakatan.
“Kolaborasi antara Bapas, keluarga, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tujuan Pemasyarakatan, yaitu mengembalikan Warga Binaan menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu berkontribusi positif di lingkungan sosialnya,” tutup Nirhono.
Hasil Litmas ini selanjutnya akan disampaikan dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Bapas Banjarmasin sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan rekomendasi atas usulan PB.
Kontributor: Humas Bapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


