Hasilkan 2.000 Batako Pres, Warga Binaan Lapas Ambon Asah Keterampilan Kerja

Hasilkan 2.000 Batako Pres, Warga Binaan Lapas Ambon Asah Keterampilan Kerja

Ambon, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon produksi 2.000 batako pres untuk penuhi pesanan Koperasi Konsumen Lapas Ambon. Produksi tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja sekaligus hasilkan produk bernilai ekonomi, Kamis (2/7).

Batako yang diproduksi akan digunakan untuk pembangunan warung serba guna di lingkungan Lapas Ambon. Kegiatan ini juga mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.

Dalam proses produksinya, Warga Binaan bekerja di bawah bimbingan petugas kegiatan kerja. Tahapannya meliputi pencampuran pasir, semen, dan air dengan komposisi yang tepat, pencetakan menggunakan mesin pres, hingga proses penjemuran agar batako memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengalaman kerja bagi Warga Binaan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Zulkipli Salampessy, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun etos kerja Warga Binaan.

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar bekerja dengan disiplin dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Ini adalah bekal penting bagi mereka setelah bebas nanti,” ujar Zulkipli.

Salah seorang Warga Binaan, M, mengaku bangga dapat terlibat dalam proses produksi batako.

“Kami senang karena hasil kerja kami digunakan untuk pembangunan nyata. Ini membuat kami lebih percaya diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang dikembangkan di Lapas Ambon.

“Kami ingin memastikan setiap karya Warga Binaan memiliki nilai guna dan nilai jual. Kerja sama dengan koperasi juga menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan produk hasil pembinaan sekaligus memberikan pengalaman kerja yang nyata bagi Warga Binaan,” kata Hendra.

Pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Frensco, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pembangunan di lingkungan Lapas, tetapi juga mendorong pemberdayaan Warga Binaan.

“Kami melihat kualitas batako yang dihasilkan sangat baik. Ini membuktikan bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, hasil penjualan batako akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara Warga Binaan yang terlibat menerima premi sesuai ketentuan. Skema tersebut menjadi bentuk penghargaan atas produktivitas mereka selama mengikuti program pembinaan kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Ambon

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0