Holder Ponsel dan Pot Bunga Buatan Warga Binaan Diborong Pengunjung Rutan Ambon

Holder Ponsel dan Pot Bunga Buatan Warga Binaan Diborong Pengunjung Rutan Ambon

Ambon, INFO_PAS – Hasil karya Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menjadi daya tarik bagi pengunjung. Produk-produk kreatif, seperti holder ponsel dari kayu bekas dan pot bunga dari besi bekas bahan bangunan laris manis dibeli pengunjung yang antusias.

Program ini berjalan secara berkesinambungan dan didampingi petugas bimbingan kerja. Setiap tahap produksi diawasi untuk memastikan keamanan, kualitas, dan keteraturan sekaligus membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab Warga Binaan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Wa Ode Ena, menjelaskan setiap tahap pembuatan produk dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengolahan bahan bekas, perancangan desain, hingga finishing agar produk siap dijual. Holder ponsel dibuat dari kayu bekas yang dihaluskan dan diolah sedemikian rupa sehingga aman dan estetis, sedangkan pot bunga berasal dari besi bekas bahan bangunan yang dimodifikasi menjadi wadah unik dan menarik.

“Produk-produk ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menunjukkan kemampuan inovatif Warga Binaan. Antusiasme pengunjung saat membeli hasil karya mereka adalah apresiasi yang sangat memotivasi,” kata Wa Ode, Senin (12/1).

Salah satu Warga Binaan, H.F., bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Dengan membuat holder ponsel dan pot bunga dari bahan bekas, saya belajar keterampilan baru dan merasa bangga ketika ada pengunjung yang membeli hasil karya saya. Ini membuat saya termotivasi untuk lebih produktif dan berpikir kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Ambon, Yudhy Rizaldy, menegaskan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produk, tetapi juga pada pembinaan karakter dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali produktif di masyarakat. Program pembinaan kemandirian ini membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kreativitas.

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar memanfaatkan bahan bekas menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat. Kami ingin mereka tetap produktif selama berada di Rutan sekaligus memiliki keterampilan yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, program ini mengajarkan nilai kreativitas, disiplin, dan tanggung jawab yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” terang Yudhy.

Ia menambahkan kegiatan seperti ini menjadi komitmen Rutan Ambon dalam mendukung Pemasyarakatan produktif. “Kami tidak hanya ingin menghasilkan karya yang bernilai jual, tetapi juga mencetak Warga Binaan yang mandiri, kreatif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah masa pidana selesai. Ini adalah visi kami untuk memberdayakan Warga Binaan melalui pembinaan yang nyata dan berkelanjutan,” tegas Yudhy.

Melalui program kreatif ini, Rutan Ambon membuktikan bahan bekas bisa menjadi sumber kreativitas dan nilai ekonomi. Holder ponsel dan pot bunga yang dihasilkan Warga Binaan tidak hanya mempercantik rumah atau meja kerja pengunjung, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan program pembinaan yang menekankan kemandirian, inovasi, dan produktivitas. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0