Kakanwil Ditjenpas Sultra Resmikan Rumah Qur’an di Lapas Perempuan Kendari, 149 Warga Binaan Siap Ikuti Pembinaan Keagamaan
Kendari, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara, Sulardi, resmikan Rumah Qur’an di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari, Selasa (13/10). Mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani di Balik Tembok Pemasyarakatan”, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan meningkatkan kualitas spiritual Warga Binaan.
Sebanyak 149 Warga Binaan beragama Islam akan mengikuti pembinaan melalui Rumah Qur’an tersebut. Program ini diharapkan menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Peresmian Rumah Qur’an merupakan hasil kerja sama antara Lapas Perempuan Kendari, Kementerian Agama Kota (Kemenag) Kendari, dan Yayasan Abu Toha Ansar. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi lintas lembaga dalam mendukung penyelenggaraan pembinaan keagamaan berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kakanwil menegaskan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan perilaku Warga Binaan ke arah yang lebih baik. “Rumah Qur’an ini bukan sekadar tempat untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Kami berharap 149 Warga Binaan yang mengikuti program ini memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.
Sulardi juga mengapresiasi keterlibatan Kemenag Kota Kendari dan Yayasan Abu Toha Ansar yang telah mendukung pelaksanaan program pembinaan keagamaan di Lapas Perempuan Kendari. “Keberhasilan pembinaan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar proses perubahan diri Warga Binaan berjalan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina, menyampaikan kehadiran Rumah Qur’an merupakan langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, khususnya dalam bidang keagamaan. “Kami berharap Rumah Qur’an menjadi tempat bagi Warga Binaan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menumbuhkan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Agustina menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. “Kesempatan untuk belajar dan memperdalam ilmu agama harus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter selama menjalani masa pembinaan,” lanjutnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Marni. Ia menilai Rumah Qur’an dapat menjadi wadah untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual bagi Warga Binaan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena pembelajaran Al-Qur’an tidak mengenal batas tempat maupun keadaan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami berharap program Rumah Qur’an ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” harap Marni.
Selanjutnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tenggara, K.H. Muslim, memberikan tausiah kepada Warga Binaan. Ia mengajak para Warga Binaan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperkuat keimanan, dan tidak kehilangan harapan untuk memperbaiki diri.
“Masa menjalani pembinaan dapat dimanfaatkan sebagai momentum introspeksi, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif,“ pesan Muslim.
Kehadiran Rumah Qur’an di Lapas Perempuan Kendari diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi Qur’ani yang memiliki akhlak mulia, integritas, dan tanggung jawab. Melalui sinergi antara Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggara, Lapas Perempuan Kendari, Kemenag, lembaga keagamaan, dan masyarakat, program ini menjadi komitmen untuk menghadirkan pembinaan humanis, bermakna, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sultra, LPP Kendari
What's Your Reaction?


