Kanwil Ditjenpas Maluku Dukung Pengelolaan Kinerja Fasilitatif dan Pengawasan Kemenimipas

Kanwil Ditjenpas Maluku Dukung Pengelolaan Kinerja Fasilitatif dan Pengawasan Kemenimipas

Jakarta_INFO PAS - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku melalui Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sarwono, bersama staf dan operator keuangan, Faisal Rumuar, serta staf Barang Milik Negara (BMN), Arwin Rettob, berpartisipasi dalam rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Rakor tersebut membahas soal pengelolaan kinerja fasilitatif Kanwil mulai Selasa (11/11) hingga Sabtu (15/11) di Harris Hotel & Conventions Bekasi, Jawa Barat.

Sarwono menuturkan rakor ini diselenggarakan guna memberikan dukungan administrasi dan manajerial secara fasilitatif kepada seluruh unit organisasi, termasuk Kanwil. “Kami mendukung penuh kegiatan rakor ini karena sangat penting untuk memastikan pencapaian target kinerja utama kementerian secara keseluruhan dan pengelolaan kinerja fasilitatif Kanwil meliputi beberapa aspek utama, yang secara umum diarahkan untuk mendukung core value Kemenimipas, yaitu Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA),” ungkapnya.

Sarwono menambahkan secara keseluruhan, peran Sekjen bersifat sentral dalam memastikan bahwa fungsi-fungsi pendukung berjalan lancar sehingga Kanwil dapat fokus pada tugas inti pelayanan publik di bidang Keimigrasian dan Pemasyarakatan dengan tujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan yang profesional. “Pengelolaan kinerja fasilitatif Kanwil melibatkan koordinasi dan pengawasan menyeluruh untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas di wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Fokus utamanya adalah pengelolaan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel,” tambahnya.

Mengusung tema, “Tata Kelola Kanwil Ditjen Imigrasi dan Ditjen Pemasyarakatan yang PRIMA”, kegiatan tersebut dibuka oleh Asep Kurnia selaku Sekretaris Jenderal Kemenimipas. Ia mengatakan kegiatan fasilitatif seperti rakor dilaksanakan untuk saling mendukung antarunit, berbagi informasi, serta meningkatkan kapasitas melalui diskusi dan coaching clinic. Rakor ini sebagai upaya memperkuat core value untuk menunjang kinerja yang PRIMA di setiap Kanwil.

“Kanwil harus menjadi center of excellence atau pusat unggulan dalam pengelolaan kinerja Kanwil dan UPT. Nilai PRIMA harus menjadi pedoman kerja manajemen Imigrasi dan Pemasyarakatan serta penerapan sistem manajemen yang berorientasi pada hasil yang optimal dan akuntabel. 

Masih di Jakarta, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Fifi Firda, berpartisipasi dalam Rakor Pengawasan Kemenimipas yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenimipas mulai Rabu (12/11) hingga Jumat (14/11). Kegiatan ini menghasilkan berbagai rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan memperkuat budaya integritas di seluruh jajaran Kemenimipas.

Fifi menuturkan rakor pengawasan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi petugas melalui penguatan peningkatan sinergi dan layanan. “Output dari kegiatan ini mencakup penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan imigrasi, reformasi birokrasi yang berfokus pada pelayanan publik, serta pemberdayaan narapidana yang berorientasi sosial dan ekonomi. Selain itu, Kemenimipas juga berkomitmen memperkuat program-program strategis, menegakkan integritas, dan menerapkan nilai-nilai kerja baru PRIMA,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Itjen Kemenimipas, Ika Yusanti, menekankan pentingnya membangun tata kelola pengawasan internal yang kuat melalui pemahaman dan komitmen bersama. “Integritas tidak dapat dibangun melalui formalitas semata, melainkan harus menjadi budaya yang hidup di setiap insan organisasi,”ungkapnya

Selanjutnya, Inspektur Jenderal Kemenimipas, Yan Sultra Indrajaya, dalam arahannya menegaskan penguatan sistem pencegahan dan deteksi dini disebut sebagai kunci utama menjaga integritas institusi. “Keberhasilan model pengawasan bukan diukur dari banyaknya sanksi yang diberikan, tetapi dari kemampuan dalam mencegah dan mendeteksi dini potensi penyimpangan,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai materi dari jajaran Inspektorat Wilayah I sampai dengan IV. Secara keseluruhan rakor pengawasan ini berjalan dengan lancar dan produktif. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Maluku


 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0