Kanwil Ditjenpas Sulteng Petakan Kompetensi 27 Pegawai melalui ProASN
Palu, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah perkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) bagi 27 pegawai bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) Palu, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi upaya memperoleh gambaran kompetensi pegawai sebagai dasar pengembangan kapasitas aparatur dan peningkatan kinerja organisasi.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menegaskan pemetaan kompetensi merupakan langkah penting untuk mendorong pengelolaan sumber daya manusia yang lebih terarah. "ProASN merupakan program nasional dalam memetakan potensi, kompetensi, dan preferensi karier ASN secara digital, cepat, dan objektif bagi pegawai. Besar harapan pengembangan kompetensi selaras dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan," ujarnya.
Herman menyampaikan apresiasi kepada UPT BKN Palu atas dukungan dan sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia juga mendorong seluruh peserta mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh, menjunjung kejujuran, dan menjadikan hasilnya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Terima kasih kepada UPT BKN Palu atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan ProASN ini. Kepada seluruh peserta agar mengikuti asesmen dengan serius dan memberikan kemampuan terbaik serta menjadikan hasilnya sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi,” pesan Herman.
Sementara itu, Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, menjelaskan ProASN merupakan salah satu agenda untuk mengukur kompetensi pegawai melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini digunakan dalam pelaksanaan asesmen berbasis komputer yang terstandar sehingga proses pengukuran dilakukan secara terstruktur.
“ProASN merupakan salah satu upaya untuk memetakan kompetensi pegawai melalui sistem CAT. Hasil asesmen diharapkan memberikan gambaran mengenai kompetensi masing-masing pegawai sebagai bahan pendukung dalam pengembangan aparatur,” jelas Assakhiyyu.
Ia juga menerangkan pihaknya selalu siap untuk memfasilitasi dalam pengembangan potensi. "Walaupun pelaksanaannya di hari Minggu, kami selalu siap. Tentu kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan selalu berkelanjutan dalam menghasilkan ASN yang profesional," tegas Assakhiyyu.
Salah satu peserta, Sumerta, menilai keikutsertaan dalam ProASN menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu dikembangkan. Ia berharap hasil asesmen menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas pelaksanaan tugas.
“Kami mendapat kesempatan untuk mengukur kemampuan diri dan mengetahui hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Harapannya, hasil jadi motivasi bagi untuk terus belajar dan memberikan kinerja terbaik bagi organisasi,” harap Sumerta.
Pelaksanaan ProASN menjadi upaya Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah mendorong pengembangan aparatur berbasis kompetensi. Dengan dukungan asesmen yang terstruktur dan tindak lanjut pengembangan yang tepat, pemetaan ini diharapkan memperkuat profesionalisme pegawai serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng
What's Your Reaction?


