Tumbuhkan Buah Pertobatan, Lapas Ambon bersama Paroki Katedral Gelar Ibadah Tutup Usbu

Tumbuhkan Buah Pertobatan, Lapas Ambon bersama Paroki Katedral Gelar Ibadah Tutup Usbu

Ambon, INFO_PAS - Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Sabtu (24/10). Menutup rangkaian ibadah sepekan penuh, Lapas Ambon bersama Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Ambon gelar ibadah tutup usbu bagi para Warga Binaan Kristiani.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Meky Patty, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Paroki St. Fransiskus Xaverius Katedral Ambon atas komitmen dan sinergi yang konsisten dalam memberikan pelayanan rohani bagi Warga Binaan. Ia menjelaskan kolaborasi ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian agar Warga Binaan memiliki fondasi moral yang kuat sebelum kembali ke masyarakat.

"Pelayanan rohani seperti ini sangat membantu tugas kami dalam membentuk mental dan spiritual Warga Binaan agar menjadi manusia yang lebih baik," kata Meky.

Pada kesempatan itu, ibadah yang sarat makna pemulihan rohani ini dipimpin langsung oleh RP Albertus Joni yang akrab disapa Romo Koko. Kehadiran rohaniwan Katolik tersebut memberikan penyegaran iman bagi Warga Binaan dalam merenungkan perjalanan rohani mereka selama berada di balik jeruji besi.

Ibadah diawali dengan pembacaan Kitab Suci yang diambil dari Injil Lukas 13 ayat 1 sampai 9. Melalui perikop tentang perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah, jemaat diajak untuk merenungkan makna kesabaran Allah dan pentingnya menghasilkan buah-buah pertobatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari sebelum kesempatan itu habis.

Romo Koko memberikan pesan penuh pengharapan agar para Warga Binaan senantiasa memanfaatkan waktu masa pembinaan ini untuk berbenah diri. Ia menekankan kasih Tuhan selalu terbuka bagi siapapun yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki masa lalunya.

Romo Koko juga mengungkapkan pembinaan rohani memiliki peran esensial dalam memulihkan mental dan batin Warga Binaan agar mereka menyadari bahwa hidup mereka masih memiliki nilai dan tujuan yang mulia. "Tuhan itu sabar dan selalu memberikan kita kesempatan kedua untuk bertobat dan berbuah. Jangan sia-siakan waktu di sini. Jadikan tempat ini sebagai sarana pembaruan batin agar kelak menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Allah dan sesama," tuturnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial KT bersyukur dan merasa dikuatkan atas pelayanan rohani yang rutin hadir di Lapas Ambon. Kehadiran para pelayan Tuhan seperti Romo Koko menjadi sumber kekuatan mental di tengah kerinduan mereka yang mendalam terhadap keluarga.

"Kami merasa sangat dikuatkan dan diingatkan kembali untuk tidak putus asa. Firman Tuhan hari ini sungguh menyentuh hati kami untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya," ungkap KT.

Terpisah, Pelaksana Harian Kepala Lapas Ambon, Rizal Mesfer, menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemuka agama untuk mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan. Menurutnya, pendekatan spiritual merupakan kunci utama dalam mengubah pola pikir Warga Binaan agar terhindar dari perbuatan melanggar hukum di kemudian hari.

"Pembinaan di Lapas tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan rohani dari para pemuka agama. Kami berharap sinergi yang terjalin dengan Paroki Katedral Ambon terus berlanjut sehingga Warga Binaan memiliki bekal iman tangguh saat mereka bebas nanti," pungkas Rizal.

Ibadah tutup usbu tersebut diakhiri dengan doa berkat bersama serta suasana kebersamaan yang hangat antara rohaniwan, petugas, dan para Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0