Kompos Lapas Pangkalpinang Uji Kualitas di Kebun Sawit Binaan Lapas Tanjungpandan
Tanjungpandan, INFO_PAS – Kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) inovasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang mulai diuji kualitasnya di kebun sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, di Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Kamis (16/7) sore. Demplot ini merupakan tindak lanjut pelatihan pembuatan kompos FABA bagi Warga Binaan Lapas Tanjungpandan dan Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan.
Kegiatan ini menjadi replikasi inovasi kompos Lapas Pangkalpinang melalui uji efektivitas pada 10 pohon kelapa sawit. Demplot dilakukan untuk memperagakan teknik aplikasi kompos FABA sekaligus mengamati efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan demplot tersebut adalah untuk menguji efektifitas kompos produk Lapas Pangkallinang terhadap tanaman sawit di wilayah Belitung. "Melalui demplot ini, kami ingin membuktikan kualitas kompos FABA hasil inovasi Lapas Pangkalpinang. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi guna mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan," harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ade Agustina selaku Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Royhan Al Faisal selaku Kalapas Tanjungpandan, dan Muhamad Irfani selaku Kepala Bapas Tanjungpandan,. Di hadapan peserta pelatihan, ketiganya memperagakan pemberian kompos pada tanaman sawit sebagai dukungan terhadap pengembangan inovasi pembinaan kemandirian.
Ade mengapresiasi kolaborasi Lapas dan Bapas dalam mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembinaan Warga Binaan dan pemberdayaan masyarakat. "Pemanfaatan kompos FABA ini diharapkan memperkuat pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, serta memperkuat citra positif Pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.
Senada, Kalapas Tanjungpandan menyambut baik pelaksanaan demplot sebagai tindak lanjut pelatihan kompos FABA. Menurutnya, praktik langsung di lapangan menjadi langkah penting agar ilmu yang diperoleh diterapkan optimal.
"Kami mengapresiasi inovasi Lapas Pangkalpinang yang kini diterapkan di Lapas Tanjungpandan. Demplot ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pemanfaatan kompos FABA sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan," tutur Royhan.
Hasil uji pada 10 pohon kelapa sawit akan menjadi evaluasi pengembangan kompos FABA pada komoditas lain. Upaya ini diharapkan memberikan manfaat bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular di Bangka Belitung.

Selanjutnya, Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung juga menyerahkan bantuan pupuk kompos kepada para petani di desa binaan Lapas Tanjungpandan. Bantuan ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemasyarakatan terhadap penguatan program pembinaan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 10 petani menerima bantuan pupuk kompos tersebut diharapkan mendukung produktivitas para petani sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Selain membantu meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian, penggunaan pupuk kompos juga menjadi upaya mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan.
Ade menyampaikan program desa binaan merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Pemasyarakatan dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada Warga Binaan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui sinergi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar satuan kerja Pemasyarakatan.
“Kami berharap bantuan pupuk kompos memberikan manfaat bagi para petani dan mendukung peningkatan hasil pertanian. Program desa binaan harus terus dikembangkan agar memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pinta Ade.
Kakanwil juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Lapas Tanjungpandan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada. Melalui kerja sama yang baik, program pembinaan diharapkan berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu petani, Ibnu, menghaturkan terima kasih bantuan pupuk kompos yang telah diterima. “Semoga membantu meningkatkan kesuburan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” harapnya.
Dengan adanya dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, desa binaan Lapas Tanjung Pandan diharapkan berkembang menjadi kawasan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pemasyarakatan dan masyarakat dalam mewujudkan pembinaan berdampak positif. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinjang, Kanwil Ditjenpas Kep. Babel
What's Your Reaction?


